Melawan Teror di Barcelona

Lokasi serangan teror di Barcelona, 17 Agustus 2017.
Sumber :
  • REUTERS/Sergio Perez TPX

Oukabir sebelumnya pernah menjalani hukuman di Penjara Figueres di Catalan dan baru dibebaskan pada tahun 2012. Sementara satu orang tersangka lainnya yang tidak disebutkan namanya juga warga keturunan imigran yang lahir di wilayah teritori Spanyol di Afrika Utara.

img_title Barcelona Tutup Pintu untuk Julian Alvarez, Raphinha Diandalkan sebagai Striker

Setelah nama Oukabir dipublikasikan, akun Facebook-nya tak lama dibanjiri kecaman dan komentar negatif dari warganet di berbagai belahan dunia. Oukabir diketahui menggunakan nama Facebook Driss Oukabir Soprano. Yang menarik, Oukabir ternyata figur yang cukup eksis di media sosial. Dia termasuk getol mengunggah foto-foto pribadi di akun tersebut. Hasil-hasil swafotonya termasuk saat berada di depan cermin juga dipublikasikan. Hal ini menimbulkan kesan bahwa pelaku teror tersebut cenderung sebagai pribadi yang narsis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun belum lama ini, dia memang mengunggah pernyataan dan foto yang terkait dengan konflik Palestina dan kecaman terhadap kekerasan yang disebut dilakukan oleh pihak Israel. Sempat disebutkan bahwa Oukabir membantah dia terlibat atas serangan tersebut dan mengatakan bahwa nama dan identitasnya dicuri untuk menyewa mobil van maut. Meski demikian, dia tetap menjadi tersangka.

img_title Balasan Menohok Yan Diomande usai Disindir WAGs Barcelona soal Harga Transfer 140 Juta Euro

Pada bulan Agustus 2017, Oukabir diketahui sempat bertolak dari Maroko, tanah kelahirannya sebelum masuk ke Barcelona beberapa hari sebelum tanggal serangan.

Selanjutnya...Mengincar Turis

img_title Sapu Bersih 7 Laga, Barcelona Kokoh di Puncak Klasemen Liga Spanyol

Mengincar Turis

Spanyol dalam beberapa tahun terakhir, terbilang menjadi negara yang cukup punya posisi aman dari serangan teroris. Aksi teror besar yang menimpa negara itu sebelumnya terjadi pada tahun 2004, sekitar 13 tahun silam saat teroris mengebom commuterline di Madrid. Tak tanggung-tanggung, insiden besar itu menewaskan 197 orang dan ribuan orang luka-luka. Pada tahun 2004, Al Qaida mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab atass erangan di Madrid.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir dari laman CNN, Direktur Program Penanggulangan Teroris Global di Elcano Royal Institute, Fernando Reinares menyebutkan bahwa Barcelona sebenarnya bisa dianggap sebagai kantung teroris di Spanyol. Meskipun diakuinya, sejak 2004, Spanyol termasuk aman.

Barcelona bahkan menurutnya sejak lama masuk dalam skenario sasaran utama jihadis yang ada di negara tersebut. Dia menyebutkan, sejumlah orang yang ditangkap terkait kasus teroris besar, bermukim di Barcelona.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut