Android Oreo, Juru Selamat Google
- Twitter/@Android
Menurut Fogg, Android biasanya perlu diadaptasi dan disetujui oleh masing-masing pembuat handset serta operator mobile. Dengan kondisi itu, sang konsultan itu memprediksikan, Android Oreo butuh waktu berbulan-bulan untuk mencapai sejumlah pengguna yang signifikan.
Dalam gelombang awal, Android Oreo hanya tersedia pada perangkat besutan Google saja, yakni smartphone Pixel, Nexus 5X/6P, tablet Pixel C, dan Nexus Player.Â
Hingga akhir tahun ini, Vice President Product Management Android and Google Play, Sameer Samat menuturkan, Google berjanji memperluas adopsi Android Oreo dengan menggandeng sejumlah mitra, yaitu Essensial, General Mobile, HMD Global Home of Nokia Phones, Huawei, HTC, Kyocera, LG, Motorola, Samsung, Sharp, dan Sony.Â
"Satu kunci perubahan dalam Android Oreo adalah arsitektur, bagaimana membuat Android Oreo lebih mudah bagi manufaktur ponsel membuat perubahan mereka di masa depan. Dan tetap menyebarkan versi sistem operasi baru ini ke pengguna, itu mungkin perubahan yang tersignifikan," ujar Fogg.Â
Untungnya, dikutip laman The Register, untuk mengatasi lambatnya adopsi Android tersebut, Google sudah menyadari lambatnya adopsi sistem operasi mereka dan memberikan solusi dengan menyediakan Project Treble. Proyek ini bertujuan meringkas proses pembuatan kode untuk menyesuaikan dengan tiap Android terbaru begitu dirilis. Dengan meringkas ini, maka waktu tunggu adopsi Android Oreo pada perangkat anyar bisa lebih cepat.Â
Dalam implementasi Project Treble itu, Google memisahkan software kode khusus vendor smartphone dari Android OS Framework. Skema ini memungkinkan operator bisa mengirimkan pembaruan tanpa perlu mendapatkan pembaruan dari pembuat prosesor atau chip. Dengan proses ringkas ini, diyakini adopsi bisa berlangsung lebih cepat dan tidak panjang.Â
Sebelum rilis skema Project Treble, proses pembaruan Android tergolong panjang. Setelah Google merilis kode versi Android terbaru mereka, mitra manufaktur prosesor harus memodifikasi kode untuk menyesuaikan dengan perangkat mereka. Setelah itu, pembuat prosesor memberikan kode yang telah dimodifikasi ke pembuat smartphone.Â
Selanjutnya, pembuat smartphone akan menanamkan kode tersebut ke dalam perangkat besutan mereka dan diubah sesuai dengan keperluan.Â