Cari Untung Ala Integrasi Tarif Tol Jagorawi

Tol Jagorawi
Sumber :
  • VIVA.co.id/Siti Ruqoyah

Pengamat Transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno meragukan upaya tersebut dapat mengurai kemacetan di ruas tol tersebut. 

img_title Arah Puncak di Tol Jagorawi Diberlakukan Contraflow

Sebab, sebagai tol tertua di Indonesia yang menghubungkan beberapa daerah penyangga ke Ibukota, Jagorawi memegang peranan penting. Apalagi, kondisi jalan nasional yang menghubungkan Jakarta-Bogor-Ciawi sudah lebih padat dibandingkan ruas tol tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Karena tol (Jagorawi) sudah jadi jalur utama warga," ujarnya ketika berbincang dengan VIVA.co.id, Senin 11 September 2017. 

img_title Rest Area KM 21B Tol Jagorawi Masih Beroperasi Walau Sudah Ada Plang Penyitaan Kejagung

Siapa yang untung?

Penerapan kebijakan satu harga di ruas Jagorawi ini menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Karena, tidak memenuhi unsur keadilan bagi semua pihak dan cenderung hanya menguntungkan bagi Jasa Marga sebagai pengelola. "Meningkatkan pendapatan (Jasa Marga),” ujar Djoko

img_title Mobil Pikap Alami Kecelakaan di Tol Jagorawi Akibatkan 2 Korban Luka, Pengemudi Diduga Mengantuk

Di sisi pengguna, jelas, kebijakan ini hanya menguntungkan pengguna jarak jauh. Bagi yang jarak dekat, kesetaraan tarif ini sangat merugikan, apalagi di beberapa ruas yang tersambung dengan jalan tol lain dan tidak dikelola oleh Jasa Marga. 

Sebagai contoh, di ruas penghubung yang menuju jalan tol Cinere Jagorawi (Cijago) misalnya. Hasil penelusuran VIVA.co.id setelah kebijakan itu diterapakan, kini ada gerbang keluar tol baru antara Gerbang Tol Cibubur Utama menuju Cijago.  

Artinya dari Jakarta ke Depok saat ini harus membayar dua kali dengan total Rp11 ribu sekali jalan, yaitu di gerbang pintu keluar Jagorawi sebesar Rp6.500, dan pintu keluar Cisalak dengan tarif Rp4.500. Sebelumnya, untuk melewati jalur itu tarif tol yang dikenakan hanya Rp8.000 yang dibayar di gerbang tol Cisalak, ruas tol Cijago. 

Begitu pula sebaliknya, dari pintu masuk Cisalak yang sebelumnya tidak dipungut tarif kini dipungut tarif. Kemudian di pintu masuk Jagorawi, juga dipungut tarif dengan total keduanya sebesar Rp11 ribu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan perhitungan tersebut, ada kemungkinan pendapatan Jasa Marga terkerek karena kebijakan ini. Ruas-ruas jarak pendek yang sebelumnya tidak dikenakan tarif kini harus membayar sesuai dengan aturan baru.

Menanggapi hal tersebut BPJT menurut Herry menegaskan, pihaknya memastikan kebijakan ini tidak akan berpengaruh pada pendapatan Jasa Marga. Karena ketika memformulasikan kebijakan ini, pendapatan perseroan menjadi salah satu komponen utama pertimbangan penetapan tarif baru. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut