Jalan Pintas Menuju Cantik
- pixabay/Twnynina
Di RS ini, menurut dr Laksmi Achyati Sp.BP-RE, peningkatan jumlah pasien blepharoplasty juga cukup banyak, sekitar 15-20 persen per tahun, dengan jumlah pasien wanita mendominasi. "Jumlahnya didominasi wanita karena untuk estetik. Laki-laki juga ada tapi untuk kesehatan," kata dia ketika dihubungi VIVA.co.id, Rabu, 20 September 2017.
Prosedur bedah untuk alasan kecantikan atau estetika dilakukan oleh orang tanpa lipatan kantong mata yang baik atau penumpukan kantong mata sehingga merusak penampilan. Sementara karena alasan kesehatan dijalani oleh orang yang mengalami gangguan fungsi penglihatan karena mengendurnya kulit di sekitar mata lantaran bertambahnya usia, penyakit yang mengakibatkan kelumpuhan otot kelopak mata atau luka kelopak mata sehingga diperlukan koreksi agar mata dapat kembali berfungsi.
Soal persentase antara pasien yang menjalani blepharoplasty karena alasan kecantikan masih jauh lebih besar dibanding karena kesehatan. Perbandingannya, menurut dia, sekitar 70:30.
Proses dan Risiko
Dr Laksmi mengatakan, banyaknya orang yang menggemari prosedur ini lantaran bisa bertahan lama, dengan pengerjaan cukup singkat hanya sekitar 60-90 menit. Sementara proses penyembuhannya membutuhkan waktu sekitar sepekan.
"Setelah operasi, balutan pasien akan dibuka satu hari setelah operasi serta pencabutan benang pada hari keenam," ucapnya.
Luka pascaoperasi diperbolehkan terkena air dan sabun serta memakai lensa kontak pada hari ke-11 pascaoperasi. Pada hari ke-15 pascaoperasi, pasien diizinkan kembali memakai kosmetik di kelopak mata dan sekitarnya.
Sementara itu, pada 21 hari atau tiga pekan pascaoperasi, biasanya datang keluhan soal bekas parut yang terjadi saat masa penyembuhan. Oleh karena itu, dr. Laksmi menyarankan pasien melakukan kontrol ke ahli bedah plastik.
Yang paling penting pada masa penyembuhan, pasien disarankan tidak melakukan aktivitas berat seperti berenang, jogging, aerobik, merokok dan memoleskan make-up di sekitar mata. Sebab hal itu dapat membuat luka sayatan sulit kering.
Meksi mendapatkan hasil instan dengan melakukan prosedur ini, terutama untuk alasan kecantikan, pasien harus siap dengan segala kemungkinan risiko dan komplikasi yang bakal dihadapi. Dr. Yunia menjelaskan bahwa kondisi mata berair atau chemotic conjungtiva adalah komplikasi yang terjadi pascaoperasi.