Bunuh Diri di Ujung Kamera
- VIVA.co.id/Andry Arifin
Studi tersebut menemukan tren meninggalkan catatan bunuh diri di media sosial juga terjadi. Catatan akhir ini ditinggalkan individu melalui medium daring dan dibagikan kepada publik seketika untuk memengaruhi keputusan calon korban lainnya.Â
Selanjutnya...
Fitur anti-bunuh diri
Merespons banyaknya kasus bunuh diri akibat pengaruh media sosial, Facebook turun tangan. Sejak 2015, situs jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg merilis fitur pencegah bunuh diri.Â
Untuk menghadirkan fitur pencegah bunuh diri itu, Facebook bekerja sama dengan mitra lokal dalam berbagai bahasa yang tersedia di Facebook. Diketahui, untuk versi pertama kali di Amerika Serikat, fitur pencegah bunuh diri Facebook hadir dengan dukungan dari Forefront, Lifeline, dan Save.org.
Dalam praktiknya, fitur ini bekerja jika pengguna mem-posting sesuatu di Facebook yang mengkhawatirkan, maka Anda dapat menghubungi mereka secara langsung dan melaporkan postingan tersebut ke Facebook.Â
Facebook mengaku berkomitmen dengan tools ini. Situs populer itu telah menyiagakan tim pencegah bunuh diri di seluruh dunia selama 24 jam selama tujuh hari. Tim itu siaga untuk menerima dan menindaklanjuti laporan yang masuk. Setiap laporan yang masuk akan diverifikasi sebelum nanti ditindaklanjuti.Â
Dalam mengelola fitur ini, Facebook mengaku melibatkan mitra klinis dan akademis. Awalnya fitur tersebut hanya berlaku di Amerika Serikat saja tapi diperluas ke seluruh dunia per Juni 2016.Â
Aplikasi milik Facebook, Instagram, juga tak ketinggalan mencegah penggunanya berbuat nekat. Instagram memiliki fitur pencegah perisakan maya sampai pencegah bunuh diri.Â
Untuk fitur pencegah perisakan maya, Instagram bisa menonaktifkan kolom komentar yang diinginkan. Fitur ini bisa dimanfaatkan untuk mencegah pengikut mengomentari foto saat ini atau nantinya yang akan diunggah.Â
Fitur kedua bisa memblokir pengikut pada akun privat. Pengikut tidak akan mengetahui dia diblokir. Selanjutnya ada fitur yang memungkinkan pengguna melakukan pelaporan secara anonim ketika ada pengguna lain yang mengunggah postingan untuk melukai diri sendiri atau mau bunuh diri.
Sedangkan untuk fitur bunuh diri, sama prinsipnya dengan fitur pada Facebook. Pengguna hanya diminta untuk melaporkan postingan yang berbau aksi bunuh diri, Setelah itu, Instagram akan segera menindaklanjuti akun yang bersangkutan.