Kejayaan Mobil Bensin Mulai Rontok
- REUTERS/Toru Hanai
Selanjutnya, Harga Bakal Sama
Harga Bakal Sama
Mesin hybrid dan listrik memang terus menunjukkan pesonanya. Keduanya jelas berbeda, karena hybrid masih menggunakan bahan bakar dan dikawinkan dengan sebuah motor listrik. Teknologi ini menjadi jembatan sebelum nantinya teknologi listrik benar-benar 'booming', atau mengubah kebiasaan manusia agar tak tergantung dengan bahan bakar.
Sementara itu, listrik, benar-benar tanpa penggunaan bahan bakar. Tenaga penggerak sepenuhnya mengandalkan teknologi baterai lithium-ion. Keduanya makin dilirik, seiring makin langkanya BBM. Efek pada lingkungan juga jauh lebih sedikit dibanding kendaraan berbahan bakar minyak bumi.Â
Penjualan mobil hybrid belakangan juga terus melesat. Pada data 2014 saja, sekira sembilan juta mobil hybrid sudah terjual di seluruh dunia.
Seperti dikutip News18, Presiden Eksekutif Nissan Daniele Schillaci memperkirakan, ke depan harga sebuah mobil hybrid dan listrik akan sama dengan mobil bensin. Ini sesuai dengan kemajuan teknologi baterai lithium-ion dengan waktu pengisian lebih cepat dan biaya produksi lebih rendah.
"Dan kemudian, jika Anda memiliki harga yang sama, mengapa Anda membeli teknologi tradisional?" katanya.
Mobil listrik dan hybrid juga memiliki diferensiasi lebih baik, karena dianggap memiliki keunggulan dibanding bahan bakar hidrogen dalam menghadapi persaingan industri mobil di masa depan.
Chief Executive Daimler, Dieter Zetsche mengatakan, teknologi baterai lebih menarik karena menunjukkan kemajuan dalam dua hal, yakni bisa melaju sejauh 500 kilometer dan proses pengisian yang cepat, cukup 20 menit.
Harga baterai juga akan semakin murah nantinya. Dengan begitu, harga mobil listrik akan murah dan bakal terjadi di banyak negara. Saat ini, setengah dari biaya produksi mobil listrik memang dialokasikan untuk pembelian baterai. Jadi ketika harga baterai turun, harga mobil listrik akan turun sebesar 77 persen.
"Sebagai permulaan, hal ini akan menjadi lebih murah, dan orang-orang akan mulai menggunakan mobil listrik karena harga semakin dekat," kata Colin McKerracher, periset yang berbasis di London, seperti dikutip Autonews.
Sementara itu, menurut Gilles Normand, Wakil Presiden Senior Renault untuk pengembangan mobil listrik, total kepemilikan mobil listrik pada awal 2020-an, akan terus naik mengejar kepemilikan mobil konvensional. "Kami memiliki dua kurva. Salah satunya adalah pengurangan biaya teknologi mobil listrik, karena ada lebih banyak terobosan dalam biaya dan volume yang lebih banyak, sehingga biaya produksi mobil listrik turun," tuturnya.