Voting PBB, Bukti Nyata Trump Miskin Dukungan
- Reuters
Sikap yang diambil oleh 128 negara di dunia itu menunjukkan besarnya perlawanan pada Trump. Ini adalah perlawanan kedua. Sebelumnya, negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) sudah lebih dulu melawan Trump.
Melalui pertemuan KTT Luar Biasa OKI yang diadakan di Turki, mereka tegas menolak keputusan Trump. OKI tetap pada keputusan sebelumnya, bahwa solusi dua negara, atau two state sollution adalah keputusan paling akhir untuk perdamaian di Palestina.
Dalam pertemuan KTT itu, OKI juga mengajak semua negara yang memiliki Kedutaan Besar di Tel Aviv, untuk tidak mengikuti keputusan AS yang akan memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem. "OKI bisa menjadi motor untuk menggerakkan dukungan negara yang belum mengakui kemerdekaan Palestina," ujar Presiden RI Joko Widodo yang menghadiri pertemuan tersebut, seperti dikutip dari Voa, 14 Desember 2017.
128 negara yang ikut mendukung resolusi yang menolak keputusan AS itu memilih tetap berpegang pada Hukum Internasional yang mengatakan Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur sebagai "wilayah yang diduduki" dan menganggap semua pemukiman Yahudi yang dibangun di wilayah tersebut adalah ilegal.
Perlawanan itu mungkin membuat AS tak terima. Trump mungkin sudah ‘mencium’ akan ada perlawanan. Itu sebabnya, mereka sempat meradang dan mengancam akan menghentikan berbagai program bantuan dari AS ke negara-negara yang menyokong PBB untuk membuat resolusi melawan pengakuan AS atas Yerusalem sebagai Ibu kota Israel. "Mereka menerima ratusan juta dolar, bahkan miliaran, namun mereka voting dan melawan kita," kata Trump.
Ancaman itu efektif, mereka yang menolak kebanyakan adalah negara-negara yang menerima kucuran dana dari AS. Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley juga mengatakan akan mengingat negara-negara yang memilih resolusi dan mengkritik keputusan AS.
"Di PBB, kami selalu diminta untuk berbuat lebih banyak dan memberi banyak. Jadi, ketika kami membuat keputusan atas kehendak masyarakat Amerika, kami tidak mengharapkan orang-orang membantu kami. Akan ada suara yang mengkritik kami dan akan kami catat," kata Haley.
Selanjutnya, perjuangan Palestina belum usai