Dikocok Gempa Banten
- ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
Beberapa daerah seperti Lebak, Pandeglang sering diguncang gempa karena tepat ada di titik pertemuan tiga lempeng Bumi yang masih aktif. Bila tiga lempeng ini beraktivitas subduksi, gempa kemungkinan besar terjadi.
"Ada tiga kan, Lempeng Indo-Australia di sisi selatan, Lempeng Eurasia di sebelah utara, nah Lempeng Pasifik di bagian timur," ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Mochamad Riyadi.
Kepala Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan wilayah selatan Jawa seperti Banten, Pangandaran, Pacitan masuk zona seismic gap. Kata dia, Lempeng Indo-Australia dan Eurasia ini aktif bergerak rata-rata dengan kecepatan 6,6 cm pertahun.
Dijelaskan Sutopo, saat ini yang terpenting adalah meningkatkan kewaspadaan dan persiapan mitigasi menghadapi bencana. Menyiapkan tata ruang yang sesuai, struktur bangunan, kesiapsiagaan harus ditingkatkan meski telat.
Salah satu yang menjadi sorotan BNPB terkait banyaknya kerusakan bangunan setiap gempa karena minimnya konstruksi bangunan tahan gempa. Hal ini juga terjadi pada gempa Banten, Selasa, kemarin.
"Gempa tidak dapat diprediksi secara pasti. Iptek belum mampu memprediksi secara pasti kapan, di mana, dan seberapa besar gempa akan terjadi," tutur Sutopo.