Mahar Kawin Sandal Jepit, Hingga Bumerang Perang China
- VIVAnews/Satria Zulfikar
VIVA – Pernikahan unik terjadi di Desa Braim, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat menjadi sorotan. Jika pada umumnya pengantin memilih sesuatu membuat pernikahan tampak bernilai, tapi hal tersebut tak berlaku bagi pasangan yang satu ini.
Pasangan Yudi (40) dengan isterinya Helmi (20) memilih menikah dengan mahar ala kadarnya, yaitu sepasang sandal jepit dan segelas air putih. Pernikahan digelar Jumat, 3 Juli 2020. Artikel tersebut menjadi terpopuler di laman VIVA pada Sabtu, 4 Juli 2020.Â
Selain itu, ambisi China untuk menjadi kekuatan terbesar dunia terus dilancarkan untuk unjuk taring kepada dunia, terutama kepada Amerika Serikat (AS) dan negara-negara sekutunya di Asia, juga menarik perhatian pembaca.
Baca Juga:Â Ternyata WHO Tahu Awal Mula Kasus Corona Pertama
Sesosok mayat di Parungpanjang ternyata pernah beristri tapi selingkuh dengan tetangga, juga menjadi artikel terpopuler di VIVA. Selain ketiga artikel di atas, dua lainnya juga menjadi perhatian pembaca VIVA. Berikut terangkum dalam Round Up.
1. Sah, Pria di Lombok Nikahi Gadis dengan Mahar Sandal Jepit
Pasangan Yudi (40) dengan isterinya Helmi (20) memilih menikah dengan mahar ala kadarnya, yaitu sepasang sandal jepit dan segelas air putih. Pernikahan digelar Jumat, 3 Juli 2020. Meskipun sempat salah mengucap ijab kabul, akhirnya kedua pengantin itu resmi menjadi pasangan suami istri. Selengkapnya ada di sini.
2. Mayat di Parungpanjang Pernah Beristri tapi Selingkuh Dengan Tetangga
Warga Desa Jagabaya, Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor, digegerkan penemuan sosok mayat di bawah pohon, pada Jumat siang 3 Juli 2020 pukul 14.30 WIB. Saat ditemukan, kondisi jasad sudah membusuk dan leher terikat pada sebuah pohon. Sesosok mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh Nenek Maemin (56), saat hendak megambil rumput. Selengkapnya ada di sini.
3. Bumerang Perang Bisa Berbalik Matikan China
Punya ambisi menjadi kekuatan terbesar dunia, China masih terus melancarkan kampanye militernya. Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), jadi alat utama Negeri Tirai Bambu untuk membuat ciut nyali lawan-lawannya. Menurut laporan Business Mirror yang dikutip VIVA Militer, saat ini tentara China tengah menjalani latihan militer di Kepulauan Hoang Sa (Kepulauan Paracel). Selengkapnya ada di sini.