Permintaan Mujahid 212, Fajar/Rian Juara, dan Rumah Opick Terbakar
- PP PBSI
VIVA – Berita seputar Presiden Jokowi pada Minggu 29 September 2019, menjadi sorotan pembaca VIVAnews. Sejumlah pihak mengritik, bahkan ada yang meminta Jokowi mundur dari jabatan sebagai Presiden Republik Indonesia karena dianggap tidak bisa mengatasi gejolak-gejolak nasional.
Yang pertama ,diungkapkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal DPP Gerindra, Andre Rosiade. Dia mengingatkan, tugas pemerintah adalah melindungi segenap rakyatnya yang tercantum dalam UUD 1945. Kepekaan Jokowi atas persoalan Wamena dipertanyakan karena belum mengucapkan duka atas puluhan korban yang tewas.
Selain itu, tuntutan agar Jokowi mundur datang dari Mujahid 212 yang berlangsung di depan Istana Merdeka. Tuntuan ini justru menuai kritikan dari Tokoh Alumni 212, Kapitra Ampera.
Dari dunia olahraga, muncul kabar baik dari pasangan ganda putra Indonesia, Â Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Mereka sukses merebut gelar Korea Open 2019.
Berikut lima berita terpopuler di VIVAnews, Minggu 29 September 2019:
1. Bila Tak Mampu Atasi Persoalan Papua, Jokowi Diminta Mundur
![]()
Persoalan Papua menjadi salah satu polemik yang belum diatasi pemerintahan Jokowi. Pascakerusuhan 23 September 2019, puluhan korban tewas di Wamena, Papua.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Gerindra, Andre Rosiade mengingatkan, tugas pemerintah adalah melindungi segenap rakyatnya yang tercantum dalam UUD 1945. Andre meminta Jokowi, sebagai Kepala Negara jangan lalai melaksanakan perintah konstitusi untuk melindungi rakyat. Jika tak mampu, jangan jadi Presiden atau silakan mundur dari jabatan Kepala Negara.
Baca berita lengkapnya di sini.
2. Benny Wenda Dilarang Masuk ke Sidang Umum PBB
![]()
Mantan petinggi Organisasi Papua Merdeka, Nick Messet mengungkapkan, Benny Wenda, pemimpin gerakan separatis Papua, dilarang masuk ke dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa atau SU PBB.
Menurut Nick, ada peraturan baru SU PBB kali ini yang sangat ketat dan tak sembarangan orang bisa masuk dalam ruangan sidang tersebut.
Baca berita lengkapnya di sini.
3. Mujahid 212 Minta Jokowi Turun, Kapitra Sebut Ada Dendam Lama
![]()
Tokoh Alumni 212, Kapitra Ampera mengatakan, Aksi Mujahid 212 yang berlangsung di depan Istana Merdeka pada Sabtu kemarin, terkesan seperti melampiaskan dendam lama pascakekalahan Pilpres 2019.
Sebab, demonstrasi tersebut menyuarakan tuntutan yang bermacam-macam, mulai dari pembatalan sejumlah Rancangan Undang-undang (RUU), turunkan Jokowi, sampai bicara soal khilafah.