Rhenald Kasali Angkat Bicara Soal Kasus Jiwasraya

Sertifikat Penghargaan Jiwasraya yang viral
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Rhenald Kasali angkat bicara terkait diviralkannya tandatangannya pada sertifikat penghargaan Jiwasraya. Hal ini cukup jadi perbincangan setelah kasus gagal bayar Jiwasraya terungkap.

img_title Pendapatan Asuransi Jasaraharja Putera Capai Rp1,61 Triliun, Laba Naik 41%

Rhenald menegaskan, ada pihak yang ingin membangun logika seakan-akan fraud (penipuan) terjadi karena sertifikat yang dikeluarkan majalah BUMN Track itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ini benar-benar keterlaluan dan pembodohan. Bukannya membuat analisis yang benar dan tangkap pelaku fraud-nya, malah membangun logika yang ngawur,” ujarnya melalui keterangan tertulis saat dikonfirmasi VIVAnews, Selasa 31 Desember 2019.

img_title Danantara Pede Laba BUMN Capai Rp360 Triliun, Uangnya Bakal Dipakai untuk Apa?

Memang, selama ini Rhenald kerap didaulat menjadi juri independen untuk memberikan pandangan-pandangannya dalam sejumlah seleksi. Adapun penghargaan yang terdapat tandatangannya dan diberikan tahun 2018, mengacu pada data-data Jiwasraya tahun 2016 dan 2017. Pada 2016, Jiwasraya dinyatakan untung Rp 1,6 triliun dan meningkat jadi Rp 2,7 triliun pada 2017. Namun, laba bersihnya dikoreksi menjadi Rp 360 miliar.

Jiwasraya juga menerima banyak penghargaan mulai dari majalah SWA, Menkominfo, Markplus, majalah Investor, Warta Ekonomi dan sejumlah media dan pihak asuransi. Penandatangan sertifikatnya juga beragam, mulai dari Menkominfo Rudiantara, mantan Menteri Kelautan Mohammad Fadel, Hermawan Kartajaya, Pemimpin Redaksi Infobank, Eko B Supriyo, dan sejumlah CEO perusahaan asuransi. 

img_title Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Didakwa Peras Tan Kian Rp55 Miliar agar Tak Jadi Tersangka

Guru Besar Universitas Indonesia ini pun menjelaskan bahwa fraud di perusahaan asuransi itu terjadi secara terselubung pada sisi investasi. Sedangkan penghargaannya terkait proses pembuatan produk di antara sesama BUMN dan anak cucunya.

Dia pun menegaskan, agar jangan dibiarkan penjahat yang melakukan penipuan hingga menyebabkan kerugian negara kabur. Untuk menangkap pelaku kejahatan, lanjut dia, dibutuhkan bukti-bukti yang kuat siapa saja pihak yang  telah menimbulkan unsur kerugian negara. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini adalah upaya sistematis yang penuh trik, padahal lembaga pengawasnya banyak, diaudit kantor akuntansi internasional yang biayanya puluhan miliar rupiah,” ucapnya.

Dia melanjutkan, pihak Kejaksaan Agung RI mulai melakukan penyidikan dan pemanggilan. “Sangat mungkin ada yang resah dan menyewa jasa buzzer untuk kelabui publik,” kata dia.

Direktur Utama PTPN I (Persero), Abdul Rivai Ras

Kinerja Disorot, Transformasi Anak Usaha Harus Beri Nilai Tambah Bagi Perusahaan BUMN

Perusahaan BUMN didorong terus mengoptimalisasi kinerja anak usahanya, melalui sejumlah upaya perbaikan fundamental bisnis, efisiensi operasional dan perluasan pasar

img_title
VIVA.co.id
11 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut