Round Up

Nyelenehnya RUU Ketahanan Keluarga

Rapat Pleno Badan Legislasi (Baleg) DPR RI yang dipimpin Ketua Baleg Supratman Andi Agtas secara aklamasi menyetujui RUU tentang Penanggulangan Bencana menjadi usul inisiatif DPR RI.
Sumber :

VIVA – RUU Ketahanan Keluarga telah masuk ke program legislasi nasional. Usai beredarnya draf RUU ini, banyak yang mengkritisi RUU ini terlalu masuk ke ranah privat.

img_title Polisi Usut Grup WA Masukkan Pelajar Secara Acak yang Bahas LGBT hingga Orientasi Seksual

Pasal-pasal dalam RUU ini mengatur persoalan perasaan, kamar anak, LGBT, hingga donor sperma. Polemik RUU ini pun mengundang perhatian pembaca VIVAnews.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikut tiga berita paling menarik seputar polemik RUU Ketahanan Keluarga, Kamis 20 Februari 2020:

img_title Grup Chat 'Add People as Much as You Can' Diduga Libatkan Pelajar, Polisi Koordinasi dengan Sekolah

1. Pengusul belum baca seluruh draf

Rapat Pleno Badan Legislasi (Baleg) DPR RI yang dipimpin Ketua Baleg Supratman Andi Agtas secara aklamasi menyetujui RUU tentang Penanggulangan Bencana menjadi usul inisiatif DPR RI.

img_title Awal Mula Grup Chat LGBT Terbongkar, Tak Sengaja Invite Bapak Sendiri

Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Ace Hasan Syadzily, menyebut usulan dari koleganya terkait Rancangan Undang Undang (RUU) Ketahanan Keluarga merupakan inisiatif pribadi. Usulan itu datang dari Endang Maria Astuti, anggota DPR yang satu komisi dengan Ace, Fraksi Partai Golkar.

Baca berita lengkapnya dalam artikel berikit ini: Pengusul RUU Ketahanan Keluarga Ternyata Belum Baca Seluruh Pasal

2. RUU ini terlalu mengatur wilayah privat

Ilustrasi penolakan terhadap LGBT

Rancangan Undang Undang Ketahanan Keluarga memantik reaksi dari publik. Setidaknya respons dari berbagai kalangan, menyoroti berbagai pasal, bagaimana negara pada wacana beleid itu akan mengurusi masalah privat.

Baca berita lengkapnya dalam artikel berikut ini: RUU Ketahanan Keluarga: Atur Pisah Kamar Anak dan LGBT Wajib Rehab

3. Kasus cerai dan selingkuh jadi alasan

Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional, Ali Taher Parasong

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Ali, adanya Pro dan Kontra dalam setiap pembuatan aturan adalah hal yang biasa, namun dirinya memberikan alasan mengapa RUU ini harus dibuat, yakni karena rapuhnya kondisi perkawinan di tanah air.

Baca berita lengkapnya dalam artikel berikut: Polemik RUU Ketahanan Keluarga, DPR: Banyak yang Cerai dan Selingkuh

Menteri PPPA, Arifah Fauzi

Soal Grup Chat LGBT Berisi Anak SD dan SMP, Menteri PPPA: Harus Ditangani Secara Tegas!

Dugaan adanya grup percakapan digital yang memuat pembahasan bernuansa seksual dan melibatkan anak mendapat perhatian serius dari Menteri PPPA, Arifah Fauzi.

img_title
VIVA.co.id
3 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut