Jack Ma dan Status WNI hingga Alasan Prabowo Tak Banyak Bicara
- Instagram/@alibaba.group
VIVA – Berita hilangnya orang kaya asal China, Jack Ma masih menyita perhatian pembaca VIVA.co.id sepanjang Selasa 5 Januari 2021. Secara misterius, pendiri Alibaba itu raib bak ditelan bumi.
Muncul banyak spekulasi soal kabar hilangnya Jack Ma yang sebelumnya sempat mengkritik pemerintah China. Kabar dari negeri tirai bambu ini pun memicu mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Indonesia, Jimly Asshidiqie bersuara.
Jimly berharap tidak terjadi apa-apa dengan hilangnya Jack Ma. Dia juga berpendapat, jika benar hilangnya Jack Ma karena masalah kritik terhadap Pemerintah China, perlu ada solidaritas.
Salah satu alternatifnya, mesti ada negara yang menawarkan status kewarganegaraan. Menurut Jimly, bila perlu dan Indonesia siap, Jack Ma bisa menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Berita terpopuler selanjutnya adalah soal Amien Rais yang diserang lawan politiknya, yaitu PKB-PDIP. Pernyataan pendiri Partai Ummat itu yang menuding pemerintah menghabisi demokrasi di RI dengan melarang aktivitas FPI dinilai tidak tepat.Â
Di samping itu, berita soal alasan Prabowo tak banyak bicara sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) menempati posisi ketiga yang menarik perhatian pembaca.
Kemudian disusul berita tentang target vaksinasi oleh Presiden Jokowi ke Menkes yang diminta rampung dalam satu tahun. Terakhir, berita tentang aturan baru skema pensiunan PNS segera berlaku.
Berikut 5 berita terpopuler VIVA di kanal news yang dirangkum dalam Round Up:Â
1. Jimly Asshiddiqie: RI Bisa Beri Kewarganegaraan Jack Ma Bila Siap
Pendiri Alibaba, Jack Ma di Bali
- Dokumen Maverick
Dunia dihebohkan dengan hilangnya miliarder teknologi asal China Jack Ma selama lebih dari dua bulan. Kabar hilangnya Jack Ma juga memunculkan banyak spekulasi penyebabnya, diantaranya kritiknya terhadap pemerintah China.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie ikut memperhatikan kabar hilangnya sang konglomerat negeri tirai bambu ini.Â
Baca selengkapnya di sini
2. PKB-PDIP Serang Amien Rais Gara-gara Bela FPI
Amien Rais.
- Cahyo Edi/VIVAnews.
Pernyataan pendiri Partai Ummat Amien Rais yang menuding pemerintah menghabisi demokrasi di Indonesia dengan melarang aktivitas Front Pembela Islam (FPI) dinilai tidak tepat.
Â
Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI Maman Imanulhaq di Jakarta, menegaskan bahwa Pemerintah membubarkan FPI dengan dasar kuat dan sesuai dengan undang-undang.