Berputar-putar Hindari Macet, Mudik Horor di Pelabuhan Merak
- VIVA/Yandi Deslatama
VIVA - Berita seputar mudik lebaran menjadi perhatian pembaca kanal news VIVA.co.id sepanjang Sabtu, 30 April 2022. Cerita mengenai pemudik asal Jakarta yang berputar-putar untuk mengindari macet di Semarang pun menjadi yang terpopuler.
Sementara itu, berita terpopuler kedua juga masih datang dari info soal mudik. Kali ini mengenai penyebab macet panjang di luar Pelabuhan Merak.
Begitu juga dengan berita terpopuler ketiga, belum beranjak dari sekitar orang-orang yang pulang ke kampung halaman untuk merayakan hari raya Idul Fitri.
Seorang pemudik bernama Supri mengaku menghabiskan waktu 28 jam untuk mudik dari Jakarta ke Solo. Sebuah waktu yang cukup panjang dan melelahkan.
Selain tiga berita di atas, masih ada dua berita lain yang juga banyak dibaca oleh pembaca VIVA.co.id. Pertama soal berita duka dari seorang muazin yang meninggal akibat tersengat listrik saat ia mengumandangkan azan.
Kedua, kembali lagi ke soal mudik. Disebutkan bahwa ada seorang pemudik yang menggunakan sepeda motor. Ia menempelkan poster-poster berisi tulisan yang lucu.
Berikut 5 berita terpopuler di kanal news VIVA.co.id sepanjang Sabtu, 30 April 2022:
1. Cerita Pemudik Asal Jakarta Berputar-putar Hindari Macet di Semarang
Warga Jakarta yang mudik ke Semarang, Agus (60 tahun), tak mengira harus berputar-putar sedemikian rupa begitu memasuki Kota Semarang via tol Kalikangkung. Ia yang sempat terjebak macet di Cikampek dan Cipali, membayangkan akan lancar begitu lepas one way di GT Kalikangkung Semarang.
Kemacetan lalu lintas di jalur mudik Gombel, Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 29 April 2022.
- tvOne/Teguh Joko Sutrisno
Tapi apa daya, sesampai di Semarang justru ia kesulitan menemukan jalan yang lalu lintasnya lancar.
Baca selengkapnya di sini.
2. Terungkap, Ini Biang Kerok Macet Panjang di Pelabuhan Merak
Kemacetan panjang di luar Pelabuhan Merak, baik di ruas tol Tangerang-Merak maupun jalan protokol di Kota Cilegon, disebabkan adanya pemudik yang membeli tiket dan menyebabkan perlambatan di tol gate tiket pelabuhan.
Antrean di Pelabuhan Merak
- VIVA/Yandi Deslatama
Akibat masyarakat yang belum membeli tiket tapi masuk ke dalam pelabuhan, menyebabkan kendaraan di belakangnya menjadi terhambat untuk masuk ke dalam Pelabuhan Merak.
Baca selengkapnya di sini.
3. Pemudik Sepeda Motor Tempelkan Poster-poster Kocak di Barang Bawaan
Sejumlah pemudik sepeda motor yang melintas di Jalan Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, mengundang perhatian dengan poster-poster berisi pesan-pesan jenaka di barang bawaan.
Poster-poster jenaka alias kocak sejumlah pemudik bersepeda motor saat melintas di Jl Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta, Jumat malam, 29 April 2022.
- ANTARA/Yogi Rachman
Salah satu pemudik sepeda motor, Hamin, mengatakan sengaja membuat tulisan lucu "Mudik ke kampung halaman bukan ke hati mantan. Tangerang-Bumiayu via Ukraina" di barang bawaannya untuk menghibur sesama pemudik selama perjalanan.
Baca selengkapnya di sini.
4. Innalillahi, Muazin Tewas Tersengat Listrik saat Kumandangkan Azan
Seorang muazin atau pengumandang azan di Purbalingga, Jawa Tengah, meninggal dunia tersengat listrik saat mengumandangkan azan di musala. Satu orang lainnya yang berupaya menolong sang muazin juga meningal dunia ikut tersengat listrik.
Muazin di Pubalingga meninggal dunia usai tersengat listrik tiang pengeras suara
- tvOne/Sonik Jatmiko
Kedua korban yakni muazin Wasirin (40) dan Agus Riyadi (38), warga Desa Tegalpingen RT 5 RW 4, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga, Jateng, meninggal dunia tersengat listrik karena tiang pengeras suara musala mengenai kabel jaringan PLN yang terbuka.
Baca selengkapnya di sini.
5.  Mudik Horor Menuju Pelabuhan Merak
Antrean panjang di menuju Pelabuhan Merak saat puncak arus mudik Lebaran 2022.
Mudik horor dirasakan oleh masyarakat yang menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Mereka harus menempuh perjalanan hingga berjam-jam lamanya. Â
Bahkan saat sampai di Pelabuhan Merak turun hujan gerimis. Di tol gate khusus sepeda motor tidak disiapkan tenda, sehingga harus kehujanan, tanpa terkecuali anak kecil.Â