Formula E Belum Ada Sponsor hingga Pengganti Anies
- Istimewa
"Ketum Demokrat ini, letting 2000 di Taruna, saya letting 85, berarti (beda) 15 (tahun). 2005-2006 pangkat saya kolonel, beliau letnan berangkat ke Lebanon saya yang menginspeksi itu. Dari tadi saya tidak boleh jemput boleh. Oh, berarti itu jawabannya (menghargai senior di TNI AD)," kata Gubernur Edy disambut tepuk tangan.
Baca selengkapnya di sini
3. Tiga Nama Diajukan ke Jokowi jadi Pengganti Gubernur DKI Anies Baswedan
Pada tahun 2022 ini, sejumlah kepala daerah akan habis masa jabatannya dan mereka akan digantikan oleh penjabat sementara (Pj), sampai dipilihnya kepala daerah definitif pada Pilkada Serentak 2024.Â
Terbaru, Mendagri Tito Karnavian telah melantik 5 orang Apatatur Sipil Negara yang menjabat pimpinan tinggi madya atau eselon 1 untuk menjadi Pj Gubernur Banten, Sulawesi Barat, Gorontalo, Kepulauan Bangka Belitung dan Papua Barat.
Kata Tito, dalam waktu dekat, kepala daerah yang akan habis masa jabatannya yakni Gubernur Aceh (Juli 2022). Selain itu ada juga Gubernur DKI Jakarta yang akan habis masa jabatannya pada Oktober 2022.
Baca selengkapnya di sini
4. Survei: Gerindra Bayangi PKB Rebut Suara Nahdliyin di Jawa Timur
Partai Gerindra kian menemukan tempat di Jawa Timur, termasuk di hati warga Nahdlatul Ulama atau Nahdliyin. Setidaknya itu berdasarkan hasil survei Accurate Research And Consulting Indonesia (ARCI). Di Tapal Kuda, misalnya, elektabilitas Gerindra membayang-bayangi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai yang selama ini dikenal dengan basis suara Nahdliyin.
Survei tersebut dilakukan untuk mengukur kekuatan parpol dalam menghadapi Pemilu 2024. "Di Tapal Kuda diperkirakan akan terjadi pertarungan sengit antara Gerindra dan PKB merebut ceruk suara Nahdliyin," kata Direktur ARCI Baihaki Sirajt saat merilis hasil survei lembaganya di Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 13 Mei 2022.
Ada beberapa faktor Gerindra berpeluang merebut suara PKB di lingkungan Nahdliyin di Tapal Kuda. Salah satunya, lanjut dia, ialah pengaruh figure Ketua DPD Gerindra Jatim, yakni Anwar Sadad yang berlatar belakang NU.
Baca selengkapnya di sini
5. Tawuran Antar Desa Nyaris Pecah Gara-gara Status WhatsApp
'Jarimu harimaumu'. Peribahasa itu tampaknya tepat untuk mengingatkan kita agar berhati-hati ketika ingin menuliskan sesuatu di media sosial. Apalagi jika tersulut emosi, anak muda zaman sekarang kerap menuliskan semua kemarahan melalui medsos, yang tidak seharusnya dilakukan.