Kabareskrim Serang Balik Ferdy Sambo-Hendra, Ruang Intel Bareskrim Kebakaran
- VIVA/M Ali Wafa
VIVA Round Up – Pemberitaan seputar institusi Polri menjadi pemberitaan paling banyak dibaca oleh para pembaca VIVA sepanjang Jumat 25 November 2022 kemarin. Terbukti ada beberapa berita mengenai korps Bhayangkara yang menjadi berita terpopuler pada hari Jumat kemarin.
Ada pemberitaan mengenai perseteruan antara Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto dengan Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan yang saling berbalas tudingan mengenai dugaan bekingi tambang ilegal. Berita tersebut, menduduki posisi teratas sebagai berita yang paling banyak dibaca oleh pembaca VIVA.
Kemudian, masih dari institusi Polri yakni pemberitaan terkait persidangan perintangan penyidikan atau obstruction of justice dalam pengungkapan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brihadir J. Saat itu terdakwa AKBP Ari Cahya Nugraha alias Acay yang menerima perintah Hendra Kurniawan untuk menyembunyikan fakta-fakta kematian Yosua dan Acay diminta tidak menjelaskan secara rinci kematian Yosua.
Berikutnya yang menarik perhatian pembaca VIVA sepanjang Jumat 25 November 2022 yakni mengenai gempa susulan di Cianjur. Sejak awal terjadinya gempa sampai dengan kemarin, tak kurang dari 236 kali terjadu gempa susulan di Cianjur.
Berikut lima berita terpopuler sepanjang Jumat 25 November 2022:
1. Kabareskrim Serang Balik Ferdy Sambo-Hendra Kurniawan: Jangan-jangan Mereka yang Terima
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.
Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri, Komjen Agus Andrianto buka suara soal dugaan setoran hasil uang tambang ilegal yang menyeret namanya. Tambang ilegal itu diduga berlokasi di Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.Â
Komjen Agus mengatakan bahwa pernyataan eks Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo dan eks Karo Paminal Propam Polri, Hendra Kurniawan soal dugaan hasil tambang tersebut merupakan pengalihan isu. Selengkapnya baca di sini
2. Acay Ngaku Diperintah Hendra Kurniawan: Sampaikan Kulit-kulitnya Saja
Mantan Kanit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri AKBP Ari Cahya alias Acay
Salah satu saksi yang juga dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang perintangan penyidikan dengan terdakwan Irfan adalah AKBP Ari Cahya Nugraha. Dalam pengakuannya, Acay diminta tolong untuk melakukan pengecekan terhadap DVR CCTV di rumah dinas Fery Sambo. Namun, saat itu Acay pun mendapat arahan agar tidak menjelaskan secara rinci peristiwa kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.