Air Liur Ungkap Pelaku Pembunuhan, Piala Dunia U-20 Batal hingga Mahfud MD Dapat Info Intelijen

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri merilis kasus pembunuhan Dokter Mawartih
Sumber :
  • VIVA/Aman Hasibuan

VIVA Round Up – Kasus kematian dokter Mawartih Susanty terungkap. Dokter spesialis paru yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Nabire, Papua Tengah itu tewas karena dibunuh.

img_title Pedas! Pengamat Minta John Herdman Tak Usah Mimpi Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia

Pelaku pembunuhan berinisial KW. Dia adalah salah satu cleaning service di RSUD Nabire. Kasus itu terungkap dengan menggunakan scientific crime investigation, serta pemeriksaan DNA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polisi menemukan titik terang pelaku pembunuhan dari hasil pemeriksaan swab air liur yang menempel di bagian payudara korban.

img_title Timnas Indonesia Masuk Grup Neraka Piala Asia 2027, Ini Jadwal Lengkapnya

Pelaku pembunuhan dr Mawartih Susanti Sp.P, dokter spesialis Paru di RSUD Nabire

Photo :
  • VIVA/Aman Hasibuan

Berita tentang pelaku pembunuhan dokter tersebut menjadi berita terpopuler di kanal News VIVA, Kamis, 30 Maret 2023.

img_title Jose Mourinho: Real Madrid Tak Mau Mengejar Pemain yang Ragu

Selain berita tersebut, berita tentang Piala Dunia U-20 batal digelar di Indonesia juga menjadi berita yang banyak menarik perhatian pembaca VIVA. 

Pakar politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menganalisa dari sisi politik setelah batalnya RI jadi tuan rumah. Menurut dia, hal itu akan mecoreng pemerintahan RI di bawah Presiden Jokowi.

Berikut ini lima berita terpopuler di kanal News VIVA, Kamis, 30 Maret 2023 yang dirangkum VIVA dalam tulisan round up:

1. Pembunuh Dokter Mawartih Terungkap dari Air Liur Pelaku yang Menempel di Payudara Korban

Spesialis Paru bernama Mawartih Susanty yang sehari-hari melayani masyarakat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, tewas mengenaskan usai dibunuh pelaku berinisial KW, pada Kamis, 9 Maret 2023.    

Ilustrasi-Korban pembunuhan

Photo :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pelaku KW merupakan salah satu cleaning services di RSUD Nabire tempat dr Marwartih Susanty bekerja. Pelaku tega menghabisi nyawa korban lantaran kecewa karena uang insentif COVID-19 tahun 2020 dipotong atau dikurangi oleh korban dari Rp 15 juta menjadi Rp 7 juta.

"Pelaku mengaku seharusnya menerima dana insentif Covid-19 sebesar Rp 15 juta, namun dipotong korban dan pelaku hanya menerima Rp 7 juta. Hal ini mengakibatkan pelaku KW akhirnya gelap mata dan menganiaya dr Mawartih dengan cara menutup wajah korban memakai rok bintik-bintik putih yang disimpan dalam lemari kamar dan kemudian membersihkan tempat kejadian perkara (TKP)," kata Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri, Rabu, 29 Maret 2023. Baca berita selengkapnya di sini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut