Hadist Ini Tegaskan Wajibnya Seorang Muslim Menuntut Ilmu

Ilustrasi mencari ilmu.
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Menuntut ilmu hukumnya wajib bagi setiap muslim. Hal ini dijelaskan dalam hadits tentang menuntut ilmu yang diriwayatkan Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha'if Sunan Ibnu Majah no. 224 :

img_title Aturan Kemenkeu soal Penunjukan Kuasa Wajib Pajak Dinilai Jadi Evolusi Signifikan Sektor Perpajakan

“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim”.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalimatnya singkat kan, tetapi selama ini kita cuma bisa baca terjemahan, menuntut ilmu itu wajib bagi seorang muslim, wajibnya itu bagaimana? Apa kaitan wajib dengan kewajiban? Wajib menuntut ilmu sampai paham, sehingga ketika menunaikan kewajiban kita menikmati kewajiban itu ketika di amalkan," ucap Ustadz Adi Hidayat dalam video yang di posting di kanal YouTube Audio Dakwah.

img_title Siap-siap! Pemerintah Bakal Pakai 2 Metode Ini untuk Awasi Kepatuhan Wajib Pajak

Salah satu keutamaan menuntut ilmu adalah membuat kita lebih takwa kepada Allah SWT. Hal ini tertulis dalam hadis yang ditulis sebagai berikut:

"Barang siapa menempuh satu jalan (cara) untuk mendapatkan ilmu, maka Allah pasti mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim).

img_title Perluasan Basis Pajak Jaring 143.449 Wajib Pajak Baru, DJP: Potensi Penerimaan Rp 1,2 Triliun

Dalam hadist berikut, disebutkan bahwa menuntut ilmu itu merupakan hal yang istimewa karena bisa mendekatkan kita pada Allah SWT. Ternyata, ada juga hadis yang meriwayatkan bahwa perjalanan menuntut ilmu itu akan dipenuhi oleh keberkahan.

Hadis ini diriwayatkan oleh Turmudzi dan berbunyi sebagai berikut: "Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang”.

Selanjutnya, ada juga hadis yang menyebutkan tentang pentingnya pendidikan karakter. Salah satu bentuknya adalah dengan menghormati guru yang telah berbagi ilmu dan wawasan kepada kita. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

"Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu." (HR Tabrani).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kajiannya, Ustadz Adi Hidayat juga menjelaskan banyak orang yang seketika berhenti belajar karena banyak dikoreksi oleh gurunya, justru guru yang seperti itu adalah guru yang baik dan hebat.

"Banyak bapak-bapak sekarang itu berhenti ngaji, cuma karena dikoreksi satu dua huruf, ibu-ibu biasanya lebih sabar, nggak lulus sekali jalan lagi, dua kali jalan lagi, dan seterusnya, nah itu dia yang baik," ucapnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut