Trik Agar Anak Kuat Puasa Seharian
- Freepik/freepik
Setelah mengatur pola tidur si kecil, moms bisa mulai memikirkan nutrisi saat puasa. Ketika sahur, dokter Ayi menyarankan agar anak mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik (IG) rendah yang dapat mempertahankan kadar gula darah lebih lama. Makanan-makanan IG rendah ini berfungsi memperpanjang waktu pengolahan energi dalam tubuh. Contoh makanan dengan IG rendah hingga sedang adalah beras merah, ubi, kacang hijau, roti gandum, apel, jeruk, pisang dan oatmeal.
"Selain itu, anak juga perlu asupan protein hewani atau nabati, lemak, dan serat sehingga dapat mempertahankan rasa kenyang pada anak. Konsumsi cairan yang cukup pada anak,” ujar dokter Ayi.
Saat berbuka puasa, dianjurkan agar sang anak hendaknya menyiapkan menu berbuka dengan indeks glikemik tinggi guna menaikkan gula darah. Ketika berbuka puasa tubuh memerlukan kadar gula dengan segera. Maka dari itu, kita bisa memberi si kecil buah segar, manisan buah, donat, kentang, atau roti dan kurma.
"Saat berbuka puasa bisa dimulai dengan takjil yakni hidangan yang manis-manis yang tetap sehat misalnya kurma atau sup buah, bukan cokelat atau permen. Sebab, anak butuh makan manis untuk mengganti kalori yang hilang. Setelah salat Maghrib, anak bisa dilanjutkan dengan makan besar. Setelah salat tarawih, anak bisa diberi kudapan yang bergizi seperti kroket atau risoles,” papar dokter Ayi
Terakhir, orang tua dapat memotivasi anak agar mau berpuasa. Lantas, bagaimana memotivasi si kecil ya? Berikut rekomendasi dr. Ayi Dilla Septarini, Sp.A, Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Barat
a. Boleh memberi reward yang sederhana untuk membuat si kecil bersemangat, misalnya dengan membuatkan makanan atau minuman favoritnya untuk berbuka puasa.
b. Tanamkan keinginan berpuasa dalam hati anak-anak dengan cara memberikan pendidikan agama secara tersirat.
c. Beri anak pengenalan sederhana mengenai manfaat puasa untuk kesehatan, seperti untuk memperbaiki sel-sel kekebalan tubuh yang rusak agar ia tidak mudah sakit sehingga ia bisa belajar dan bermain lebih lama. Hal ini terjadi karena pada saat berpuasa, sistem kekebalan di dalam tubuh akan menghemat energi dengan cara meregenerasi sel-sel kekebalan tubuh yang rusak atau sudah tua untuk diganti dengan sel imunitas yang baru. Dengan memahami manfaat puasa untuk kesehatan, anak-anak tentu akan lebih bersemangat dalam menjalankan puasa.