THR Sudah Cair, Ini Tips Tidak Kalap Belanja Baju Lebaran
- U-Report
VIVA – Dua pekan lagi umat muslim di dunia akan merayakan Hari Raya Idul Fitri. Meski masih dalam suasana pandemi COVID-19, tidak menghentikan umat muslim untuk menyambut Lebaran.Â
Termasuk urusan untuk berbelanja pakaian lebaran. Meski adanya larangan mudik lebaran, tidak menghentikan umat muslim untuk membeli baju lebaran. Ya meski lebaran di rumah, kebiasaan untuk menggunakan pakaian baru saat Idul Fitri sudah melekat pada masyarakat Indonesia.
Sejumlah masyarakat pun mulai mencari pakaian yang akan mereka kenakan saat lebaran nanti. Tapi saat berbelanja baju lebaran godaan untuk membeli beragam pakaian tidak bisa dipungkiri. Alhasil uang THR pun bisa dalam sekejap langsung hilang alias kalap.Â
Lantas bagaimana agar kita tidak kalap belanja baju lebaran? Berikut ini tipsnya seperti dilansir dari laman Rd.com.
1. Menggunakan sepatu hak tinggi saat  berbelanja
Satu studi eksentrik baru-baru ini menemukan bahwa ketika pikiran konsumen difokuskan untuk tetap seimbang, mereka lebih mungkin memilih produk kelas menengah daripada yang lebih mahal atau berkualitas rendah. Â
Jika kedengarannya terlalu tidak nyaman, berbelanja setelah kelas yoga atau bahkan setelah naik eskalator memiliki efek yang sama, kata penulis studi Universitas Brigham Young kepada HealthDay.
2. Menahan diri agar tidak impulsif dengan memilih barang secara bijakÂ
Psikolog April Lane Benson, PhD, penulis To Buy or Not to Buy: Why We Overshop and How to Stop, menyarankan untuk memikirkan secara bijak sebelum memutuskan berbelanja.
Tanyakan pada diri Anda pertanyaan-pertanyaan berikut: Mengapa saya ada di sini? Bagaimana perasaan saya? Apakah saya membutuhkan ini? Bagaimana jika saya menunggu? Bagaimana saya akan membayarnya? Di mana saya akan menaruhnya? Â
"Kemudian, lakukan pembelian jika Anda sangat yakin bahwa itu adalah sesuatu yang Anda butuhkan dan mampu dibeli," kata dia.
3. Batasi jumlah toko yang Anda kunjungi
Semakin banyak toko yang Anda kunjungi, semakin banyak Anda akan membeli, menurut Forbes.com. Anda mungkin mengatakan pada diri sendiri bahwa Anda sedang membandingkan harga, tetapi semakin Anda banyak mengunjungi toko semakin Anda yakin merasa perlu untuk belanja dengan alasan "menghargai" diri sendiri atas usaha Anda.