Nur Rofiah Ungkap Pentingnya Harmoni Iman, Ilmu dan Amal

Dosen PTIQ Nur Rofiah
Sumber :
  • VIVA/Eduward Ambarita

Kebutaan akan ilmu-ilmu agama telah membuat sebagian besar kaum beragama menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhan mereka. Kata Rofiah, mereka pun cenderung mengangkat orang-orang yang tidak paham agama sama sekali menjadi panutannya. Maka dalam kondisi seperti ini, maka satu-satunya cara yang bisa mengontrol hawa nafsu dan perbuatannya adalah ilmu pengetahuan. Mantapnya ilmu pengetahuan seseorang akan berdampak baik pada perilaku orang dalam beragama.

img_title Bos BEI Targetkan RI Masuk Top 10 Kapitalisasi Pasar Modal Dunia di 2030

“Untuk bisa memastikan bahwa perbuatan kita itu memberi dampak baik bagi diri sendiri dan pihak lain sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah, maka perlu ilmu. Tidak yang asal-asalan semisal ingin berbuat baik tapi caranya membahayakan,” papar Nur Rofiah

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian Nur Rofiah memberikan arahan bagaimana cara mendapatkan ilmu yang baik. Hal itu bisa didapatkan dari pengalaman, dari bertanya, atau memperbanyak bacaan. Untuk mendapatkan ilmu tidak harus duduk di bangku sekolah. Menurutnya, setiap manusia sudah dibekali akal dan hati nurani untuk mengolah pengalaman untuk menjadi sebuah ilmu pengetahuan.

img_title Yaumul Mizan: Saat Amal Manusia Ditimbang dengan Keadilan Sempurna

"Dan cara untuk bisa berilmu itu tidak harus belajar secara khusus di bangku sekolah. Orang diberi akal dan hati nurani untuk memilah, memilah mana yang baik dan yang buruk adalah dengan akal, lalu  memilih atau berkomitmen yang baik itu dengan hati nurani," tutup Nur Rofiah.

Sekadar diketahui, program Ngabuburit BKNP PDIP dengan tema besar ‘Mata Air Kearifan Walisongo’ hadir secara rutin dan reguler pada bulan Ramadhan setiap pukul 17.00 WIB. Sementara saat sebelum sahur, ditampilkan program sejenis dengan program 'Inspirasi Sahur Islam dan Kebangsaan.

img_title Cak Imin Bilang Kalau Tak Ada Gus Dur, Demokrasi di RI Tak Kuat
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono

Penutupan SPPG Jadi Langkah Korektif, BGN Perkuat Pengawasan MBG Berbasis Sekolah

Penutupan SPPG yang belum memenuhi ketentuan, dipandang sebagai langkah korektif BGN untuk memperkuat keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

img_title
VIVA.co.id
24 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut