MUI Ajak Umat Islam Salat Tarawih di Rumah
- ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Meskipun tidak dilarang, salat tarawih itu dilakukan dengan pembatasan waktu hingga pukul 22.00 WIB. Namun begitu, warga dilarang untuk berbuka puasa (bukber) bersama di luar rumah.
“Kegiatan selain tarawih atau kegiatan keramaian lainnya seperti buka puasa bersama dilarang,” katanya.
Kementerian Agama (Kemenag) juga sudah meminta masyarakat tidak melaksanakan ibadah di masjid selama Ramadhan 1441 Hijriah. Permintaan itu seiring dengan situasi pandemi virus Corona atau Covid-19 yang belum usai di Indonesia.
"Pada tahun ini ada sedikit disrupsi, sedikit perubahan pelaksanaan amaliyah Ramadhan kita. Pada tahun ini kita sama-sama mengetahui, kita sedang menghadapi ujian yang sangat berat, yaitu Coronavirus. Oleh karena itu, pemerintah mengimbau agar seluruh umat Islam agar tetap di rumah dan beribadah di rumah saja," ujar Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, dalam konferensi pers melalui akun YouTube BNPB, Jumat, 17 April 2020.
Untuk itu, Kamaruddin mengajak masyarakat memaksimalkan ibadah Ramadhan di dalam rumah. Dia juga meminta masyarakat tidak menggelar buka puasa bersama hingga tarawih berjemaah di masjid. Menurutnya, dengan melakukan kegiatan buka bersama di luar dan salat tarawih berjamaah di masjid berpotensi menularkan virus corona.
Dia menegaskan, Rasulullah Muhammad juga pernah bersabda bahwa salat dirumah juga memililo keutamaan tersendiri, terutama untuk salat-salat sunnah. Karenanya, salat ditumah saat ramadan tidak akan mengurangi cahayanya.
"Hadis lain baginda bahkan mendorong ibadah salat sunah di rumah dan dikualifikasi sebagai salat yang paling utama. Salatlah kalian di rumah-rumah kalian karena pada hakikatnya sebaik-baiknya ibadah salat adalah salatnya seseorang di rumah kecuali salat fardhu," katanya.
Di samping itu, dia juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak doa saat puasa ramadan tahun ini untuk mengangkat wabah Covid-19. Sebab, ditegaskannya, Rasulullah Muhammad telah menyampaikan bahwa doa seseorang tidak akan ditolak Allah doanya ketika mereka sedang berpuasa.
"Ada tiga golongan yang tidak tertolak doanya salah satunya orang yang berpuasa. Maka momentum ramadan ini kita perbanyak doa, dekatkan diri ke Allah dengan memastikan aktivitas ibadah kita berkontribusi pencegahan Covid-19," kata Asrorun.