Heboh Isu Selingkuh Para Artis, Ini yang Harus Dilakukan Pasangan dalam Islam

Ilustrasi selingkuh
Sumber :
  • freepik

Jakarta, VIVA – Maraknya kasus perselingkuhan yang melibatkan para selebriti belakangan ini kembali menjadi sorotan publik. Berbagai pemberitaan tentang retaknya rumah tangga artis akibat pengkhianatan membuat masyarakat bertanya-tanya: bagaimana seharusnya seorang pasangan bersikap ketika berada di posisi tersebut? 

img_title Sikap Menohok Deretan Artis Terkenal soal Karhutla, Sherina Munaf: Mulai Keruh

Di tengah riuhnya isu skandal para pesohor, muncul kembali perbincangan mengenai pandangan Islam terhadap perselingkuhan dan langkah apa yang sebaiknya diambil seorang suami ketika istrinya terbukti berselingkuh. Scroll lebih lanjut yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertanyaan ini pernah dijelaskan oleh ulama ternama, Buya Yahya, dalam salah satu kajiannya. Menurutnya, meski pengkhianatan merupakan luka besar dalam rumah tangga, Islam tidak serta-merta mengarahkan pasangan untuk langsung bercerai. 

img_title Ekspresi Heboh Para Artis Lihat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ada yang Histeris hingga Teriak-teriak

Ada proses yang harus dipertimbangkan secara matang, terutama jika masih ada peluang untuk memperbaiki keadaan.

"Kalau ada orang punya pasangan berzina, bisa jadi dia memang kepleset, jika hati masih kuat untuk mendidik dia, maka itu jauh lebih bagus daripada dilepas tanpa didikan,” ujar Buya Yahya di kanal YouTubenya, dikutip Sabtu 15 November 2025.

img_title Artis Ini Diserang Netizen Indonesia Gegara Dukung Malaysia: Apa Saya Harus Mengganti Kewarganegaraan Saya?

Buya Yahya menegaskan bahwa rasa kecewa yang muncul ketika mengetahui pasangan berkhianat adalah hal yang manusiawi. Sebab, hubungan pernikahan dibangun dari ikatan emosional yang kuat. 

Namun, ketika kedua belah pihak masih memiliki keinginan untuk memperbaiki hubungan, maka proses pemulihan membutuhkan komitmen baru yang disepakati bersama. 

“Sakit hati iya, karena ada cinta dan ada hati. Makanya harus ada komitmen baru. Ada perjanjian dan kesepakatan baru,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa memaafkan adalah langkah mulia, namun hal itu harus dibarengi dengan adanya penyesalan yang nyata dari pihak yang melakukan kesalahan. 

Membimbing pasangan untuk berubah dan memperbaiki diri dapat menjadi pilihan terbaik selama masih ada harapan untuk kembali membangun keluarga yang harmonis. 

Tetapi, jika tidak terlihat adanya perubahan atau tanda-tanda penyesalan, mempertahankan hubungan justru bisa memperparah kondisi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Mendidik akan jauh lebih bagus, jika memang ada tanda-tanda penyesalan. Kalau tidak ada tanda-tanda penyesalan, ya tidak perlu dilanjutkan. Apalagi saling menyalahkan,” katanya.

Apabila perceraian akhirnya menjadi jalan terakhir, Islam tetap mengajarkan agar proses tersebut dilakukan dengan cara yang baik dan terhormat. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut