Ulama Tak Boleh Mensolati Jenazah yang Masih Punya Hutang
- VIVA.co.id/Andrew Tito
Religi, VIVA – Setiap orang yang hidup pasti akan meninggal dunia. Namun sebelum pergi meninggalkan dunia ini, ada baiknya kita mempersiapkan diri. Termasuk untuk menyelesaikan hutang-hutang yang kita miliki terhadap orang lain.
Kadang kita menganggap remeh urusan hutang, padahal ternyata dampaknya bisa mengikuti seseorang hingga setelah ia meninggal. Disebutkan oleh Ustaz Khalid Basalamah bahwa ketika ada orang terlilit hutang maka para ulama tidak boleh mensolatinya.
”Kalau ada orang meninggal terlilit hutang itu para ulama tidak boleh mensolatinya yang solati orang lain. Apa hikmahnya? Ya hikmahnya mungkin di kalangan para ulama doanya lebih mustajab,” kata Ustaz Khalid Basalamah dikutip dari akun Instagram resminya, Kamis 20 November 2025.
Ustaz Khalid Basalamah juga menceritakan para sahabat pernah menyaksikan bagaimana Nabi tidak langsung menyalatkan jenazah seseorang sebelum memastikan satu hal penting, yaitu apakah ia memiliki utang dan apakah ia meninggalkan sesuatu untuk melunasinya. Jika utangnya tertutupi, Nabi menyalatkannya. Namun, ketika ada jenazah yang masih memiliki utang dan tidak meninggalkan apa pun untuk membayarnya, Nabi meminta para sahabat agar merekalah yang menyalatkannya, bukan beliau.
”Dalam hadist Salamh bin Al Akwa’ Radhiyallahu Anhu beliau berkata ’kami duduk di samping Rasullullah Shallahu Alaihi Wassalam lalu didatangkanlah satu jenazah. Mau disolati lalu beliau bertanya paling pertama ditanya ’Apakah dia memiliki hutang?’ maka para sahabat mengatakan ’tidak ada ya Rasulullah’ maka Nabi Shallahu Alaihi Wassalam mengatakan ’apakah dia meninggalkan sesuatu’ ’tidak ada ya Rasulullah’ maka nabi Shallahu Alaihi Wassalam mengatakan ’apakah dia meninggalkan sesuatu, ada harta ada warisannya’ mereka mengatakan ’tidak ada ya Rasulullah’ lalu Nabi Shallahu Alaihi Wassalam mensolati jenazah tersebut,” ungkap Ustaz Khalid Basalamah.
Lalu kemudian didatangkan jenazah yang ke-2 lalu ditanya para sahabat ’wahai Rasulullah solatkan dia’ lalu Nabi Shallahu Alaihi Wassalam bertanya ’apakah dia punya utang?’ para sahabat mengatakan iya lalu nabi Shallahu Alaihi Wassalam bertanya ’apakah dia meninggalkan sesuatu bisa dipakai bayar hutang itu’ lantas mereka mengatakan ’ada sebanyak 3 dinar’ dia utangnya terbayar oleh itu.