Kenali 4 Bagian Rezeki Menurut Islam, Hidup Lebih Tenang dan Hati Lebih Lapang
- vstory
Jakarta, VIVA – Dalam kehidupan, banyak orang gelisah soal rezeki: takut tidak cukup, takut tidak dihargai, takut masa depan tidak terjamin.
Padahal, dalam Islam, rezeki sudah diatur, dijamin, dibagi, dijanjikan, hingga dapat menjadi bekal akhirat. Ustaz Rifky Ja’far Thalib menjelaskan empat bagian rezeki yang jika dipahami, hidup akan lebih tenang dan jauh dari rasa iri, takut, ataupun berputus asa.
Berikut empat bagian rezeki yang perlu diketahui setiap Muslim.
1. Rezeki yang Dijamin Allah
Rezeki ini adalah kebutuhan dasar manusia seperti makan, minum, udara, kesehatan, dan perlindungan hidup. Ini adalah rezeki yang pasti diberikan Allah kepada setiap makhluk, selama ia beribadah dan percaya kepada-Nya.
Allah berfirman dalam QS. Hud ayat 6:
وَمَا مِن دَابَّةٍۢ فِى ٱلۡأَرۡضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزۡقُهَا
“Dan tidak ada suatu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.”
Contoh:
Bayi yang baru lahir tidak punya pekerjaan, tidak bisa bicara, namun Allah cukupkan rezekinya melalui air susu ibunya. Burung keluar pagi dengan perut kosong, pulang sore hari dalam keadaan kenyang.
Pelajaran: Jangan khawatir soal kebutuhan pokok, selama tetap bersandar kepada Allah.
2. Rezeki yang Dibagi dan Ditentukan Kadarnya dengan Adil
Segala rezeki yang kita terima — baik banyak maupun sedikit — semuanya dari Allah dan sesuai kadarnya. Tidak ada yang tertukar, tidak ada yang salah alamat, dan tidak ada satu pun yang Allah zalimi.
Allah berfirman dalam QS. Asy-Syûrâ ayat 27:
إِنَّهُۥ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرٌۢ بَصِيرٌۭ
“Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Melihat tentang hamba-hamba-Nya.”
Contoh qanaah bagi orang miskin:
Ia yakin bahwa rezeki yang diberikan Allah pasti cukup dan tidak meminta-minta dengan keluh kesah.
Contoh qanaah bagi orang kaya:
Ia sadar bahwa rezeki yang berlebih bukan murni miliknya, melainkan titipan Allah untuk dibagikan kepada fakir miskin melalui zakat, sedekah, dan berbagi.
Pelajaran: Tidak perlu iri dengan rezeki orang lain, karena jatah setiap orang sudah diukur paling tepat oleh Allah.
3. Rezeki yang Dijanjikan Allah melalui Amal dan Perbuatan
Allah menjanjikan tambahan rezeki melalui amal tertentu. Ini bukan rezeki yang otomatis datang, tetapi harus diupayakan dengan iman dan amal.