Waspada! Ini Risiko Penyakit yang Kerap Muncul saat Puasa dan Cara Mencegahnya

Ilustrasi sakit anemia
Sumber :
  • songsak dari Freepik

Jakarta, VIVA – Bulan Ramadhan menjadi momen istimewa bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah, termasuk menjalankan puasa. Namun, perubahan pola makan dan waktu aktivitas bisa memengaruhi kondisi tubuh. Jika tidak diimbangi dengan asupan gizi dan cairan yang tepat, puasa dapat memicu beberapa risiko kesehatan.

img_title Ibas Tegaskan Program Jaminan Kesehatan sebagai Investasi Utama dan Harus Diperkuat

Menurut dr. Risky Dwi Rahayu, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dari RS Pondok Indah, ada sejumlah kondisi yang kerap terjadi saat seseorang tidak mengatur pola makan dan hidrasi dengan baik selama berpuasa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1. Dehidrasi

img_title Ramalan Feng Shui September, Ada yang Diprediksi Hadapi Kehilangan hingga Masalah Kesehatan

Salah satu risiko kesehatan yang paling sering terjadi adalah dehidrasi. Kurangnya asupan cairan dari waktu sahur hingga berbuka membuat tubuh kekurangan cairan, terlebih jika aktivitas padat atau cuaca sedang panas. Dehidrasi sering kali tidak langsung terasa di awal puasa. Gejalanya justru muncul menjelang waktu berbuka.

“Dehidrasi ini biasanya nggak kita rasakan karena umumnya itu tubuh kita itu kan mempunyai cara untuk bertahan dalam kondisi yang kurang. Nah, umumnya dehidrasi ini dirasakan sebagai gejala lemas pada waktu akhir-akhir menjelang buka puasa,” ujar dr. Risky saat wawancara daring dengan media pada Rabu, 18 Februari 2026. 

img_title Melihat Inovasi dan Kemandirian di Rutan Muntok, Fasilitas Klinik-Panen Telur Ayam

Selain tubuh terasa lemas, kemampuan konsentrasi juga bisa menurun. Kondisi ini terjadi karena kadar gula darah ikut turun menjelang waktu berbuka, sehingga tubuh dan otak kekurangan energi.

2. Cedera saat Berolahraga

Puasa bukan alasan untuk berhenti berolahraga. Namun, waktu dan intensitas latihan harus diperhatikan. Jika olahraga dilakukan dalam kondisi dehidrasi dan tanpa perhitungan yang tepat, risiko cedera bisa meningkat.

“Kalau misalkan pada waktu puasa itu berolahraga, tapi juga waktu olahraganya itu tidak pas gitu ya dan dibarengin dengan kondisi yang tadi yang dehidrasi, ya itu menjadi akumulasi ya. Jjadi timbul nanti cedera olahraga itu bisa jadi muncul,” ujarnya lagi. 

Karena itu, olahraga sebaiknya dilakukan mendekati waktu berbuka atau setelah berbuka dengan intensitas ringan hingga sedang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. Penurunan Massa Otot

Risiko lain yang jarang disadari adalah berkurangnya massa otot, terutama jika asupan protein kurang dan olahraga dilakukan terlalu berat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut