Cara Mendapatkan Lailatul Qadr di 10 Hari Terakhir Ramadhan
- freepik
Jakarta, VIVA – Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan selalu menjadi momen yang paling dinantikan oleh umat Islam. Pada fase ini, kaum Muslim dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah sebagai upaya meraih malam yang sangat istimewa, yakni Lailatul Qadr.
Malam yang penuh kemuliaan ini diyakini memiliki nilai yang lebih baik daripada seribu bulan, sehingga setiap amal kebaikan yang dilakukan pada malam tersebut akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Scroll lebih lanjut yuk!
Seruan untuk memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan bukan sekadar pengingat biasa. Ajakan ini merupakan dorongan spiritual agar umat Islam bersungguh-sungguh menyambut puncak keagungan bulan suci.
Lailatul Qadr menjadi salah satu anugerah terbesar yang diberikan Allah kepada hamba-Nya, sebuah malam penuh keberkahan yang kehadirannya dirahasiakan. Kerahasiaan tersebut dimaksudkan agar manusia terus berusaha dan tidak hanya beribadah pada satu malam tertentu saja.
Walaupun waktu pasti datangnya Lailatul Qadr tidak diketahui, umat Islam tetap mendapatkan petunjuk untuk mencarinya.
Melansir laman NU Online, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, Rasulullah SAW memberikan isyarat agar umat Islam memfokuskan pencarian malam mulia tersebut pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan.
"Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah saw bersabda: “Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dalam sepuluh terakhir di bulan Ramadhan.”
Penjelasan mengenai hadits tersebut juga disampaikan oleh Imam Ibnu Hajar Al-’Asqalani. Ia menegaskan bahwa berbagai dalil menunjukkan bahwa Lailatul Qadr berada di bulan Ramadhan, terutama pada sepuluh malam terakhir, dan lebih khusus lagi pada malam-malam ganjil.
"Dalam judul bab (tarjamah) ini terdapat isyarat mengenai kuatnya pendapat bahwa Lailatul Qadar hanya ada di bulan Ramadhan, kemudian (lebih spesifik) pada sepuluh malam terakhir, kemudian pada malam-malam ganjilnya, dan tidak terbatas pada satu malam tertentu saja. Inilah yang ditunjukkan oleh kumpulan dalil-dalil (khabar) yang ada mengenai hal tersebut." (Fathul Bari bi Syarhi Shahihil Bukhari, [Mesir, Maktabah Salafiyyah: 1390 H], jilid IV, halaman 260).
Selain mengetahui waktu yang dianjurkan untuk mencarinya, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah. Para ulama menjelaskan bahwa malam-malam akhir Ramadhan sebaiknya dihidupkan dengan berbagai bentuk ibadah yang dilakukan secara bersamaan.
Salah satu doa yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca ketika berharap mendapatkan Lailatul Qadr adalah:
Allahumma innaka 'afuwwun karīmun tuhibbul 'afwan fa'fu 'anni.
Artinya, "Sesungguhnya Engkau dzat yang maha memaafkan, menyukai memaafkan maka maafkanlah aku."
Sepuluh malam terakhir Ramadhan dapat diibaratkan sebagai garis akhir dari perjalanan spiritual selama satu bulan penuh. Pada fase ini, umat Islam diharapkan mengerahkan seluruh kesungguhan dalam beribadah demi meraih Lailatul Qadr.
Dari penjelasan tersebut dapat diketahui, amalan paling utama malam lailatul qadar adalah dengan menggabungkan empat amalan sunah Nabi berikut:
- Shalat malam atau shalat tahajud
- Membaca Al-Quran
- Berdoa dengan doa yang diajarkan Nabi untuk lailatul qadar
- Tafakur
Dengan memanfaatkan malam-malam ganjil melalui shalat malam, tilawah Al-Qur’an, serta doa memohon ampunan, seorang Muslim memiliki peluang besar untuk meraih keberkahan malam yang nilainya melampaui seribu bulan.