Ikhtiar, Sabar, dan Doa: Tiga Kunci Menuju Perubahan Hidup yang Bermakna
- U-Report
VIVA – Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang tentu pernah berada pada fase yang terasa berat dan penuh ujian. Ada masa ketika rencana tidak berjalan sesuai harapan, dan keterbatasan seolah menutup banyak jalan yang ingin ditempuh.Â
Namun di tengah situasi seperti itu, selalu ada nilai yang bisa menjadi pegangan, yakni ikhtiar, kesabaran, dan doa. Nilai inilah yang tergambar dari perjalanan hidup Siti Patimah Azzahra, yang kisahnya menjadi pengingat bahwa perubahan besar sering lahir dari keteguhan menghadapi ujian.
Bagi Siti, hidup sejak awal adalah tentang perjuangan. Lahir dari keluarga sederhana, ia tumbuh dengan pemahaman bahwa tidak semua hal bisa didapatkan dengan mudah. Namun justru dari keterbatasan itulah, ia belajar satu hal penting yang kini menjadi pegangan hidupnya.Â
Ia menyadari bahwa rasa syukur adalah kunci untuk tetap bertahan. "Hidup tidak ada yang sempurna, belajarlah bersyukur," ujarnya, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Kamis, 26 Maret 2026.
Perjalanan hidupnya tidak selalu berjalan mulus. Saat menempuh pendidikan, ia sempat berada di titik terendah. Kondisi finansial yang terbatas, skripsi yang tak kunjung selesai, serta tekanan hidup seorang diri menjadi bagian dari ujian yang harus ia hadapi.Â
Situasi semakin berat ketika ancaman mutasi pekerjaan ke lokasi yang jauh dari kampus muncul, yang hampir menggagalkan harapannya untuk lulus tepat waktu. Di tengah kondisi tersebut, Siti tetap berusaha menjaga harapan.Â
Ia terus berikhtiar dan berdoa, meyakini bahwa setiap kesulitan pasti memiliki jalan keluar. Keyakinan itu kemudian terjawab ketika pada April 2017 ia resmi bergabung dengan Permodalan Nasional Madani (PNM).
Kesempatan itu menjadi titik balik dalam hidupnya. Ia mendapatkan pekerjaan yang lokasinya dekat dengan kampus dan tempat tinggalnya. Hal tersebut ia maknai sebagai bentuk kemudahan yang datang di waktu yang tepat. Dengan penuh rasa syukur, ia akhirnya mampu menyelesaikan kuliah dan meraih wisuda tepat waktu.Â
Pada tahun yang sama, ia juga terpilih sebagai Best Employee. Perjalanan hidupnya berlanjut dengan berbagai pencapaian. Dari ribuan karyawan, hanya sekitar 60 orang yang mendapat kesempatan perjalanan penghargaan ke Jakarta.Â