Hukum Merayakan Maulid Nabi, Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Ilustrasi Maulid Nabi Muhammad SAW
Sumber :
  • Freepik

"Jadi bagaimana menyikapi hari kelahiran itu. Itu poinnya. Ketika ada perbuatan yang melekat kepadanya maka di situ ada hukum," ujarnya.

img_title Shalat Tarawih Ternyata Belum Ada di Zaman Nabi Muhammad, Ini Asal-Usulnya

Karena itu, umat Islam perlu memperhatikan isi kegiatan ketika memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Jika momentum tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan, seperti mempelajari sejarah Rasulullah, memperbanyak sholawat, mendalami sunnah, serta meningkatkan ketakwaan, maka yang menjadi perhatian adalah amal yang dilakukan dalam kegiatan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Maulid Nabi Bisa Menjadi Momentum Menghadirkan Kegembiraan

img_title 4 Sumber Penghasilan Nabi Muhammad SAW, Bukan Sekadar Cari Cuan tapi Ajarkan Keberkahan

Dalam kajiannya, Ustaz Adi Hidayat juga mengaitkan pembahasan mengenai Maulid dengan kandungan QS Yunus ayat 57-58. Ayat tersebut menjadi salah satu landasan yang ia gunakan dalam menjelaskan pentingnya menghadirkan kegembiraan atas karunia dan rahmat Allah SWT.

Menurutnya, rasa gembira atas hadirnya seorang nabi merupakan sesuatu yang dapat diekspresikan dengan cara yang tepat sesuai tuntunan agama.

img_title Kisah Tegas Umar bin Khattab, Suruh Warga Pukul Kepala Gubernur Gegara Anaknya Angkuh

"Maka pertama kita mesti gembira. Yang kedua, bagaimana mengekspresikan kegembiraan itu," kata Ustaz Adi Hidayat.

Dengan demikian, persoalannya bukan semata-mata mengenai ada atau tidaknya peringatan, tetapi bagaimana kegembiraan tersebut diwujudkan. Bentuk kegiatan yang dipilih perlu tetap memperhatikan nilai-nilai Islam dan tidak bertentangan dengan ajaran yang dibawa Rasulullah SAW.

Maulid Tidak Hanya Dilakukan Saat Rabiul Awal

Ustaz Adi Hidayat juga menekankan bahwa kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak semestinya hanya ditunjukkan ketika memasuki bulan Rabiul Awal. Mengenal kehidupan Rasulullah, mempelajari sunnah, dan meneladani akhlaknya dapat dilakukan sepanjang waktu.

"Jadi Maulid itu tidak dibatasi oleh waktu, setiap waktu itu Maulid, setiap waktu itu Maulud," tegasnya.
Ia menilai momentum peringatan kelahiran Rasulullah dapat dimanfaatkan untuk memperdalam pengetahuan tentang Nabi dan meningkatkan kecintaan kepada beliau.

"Tapi kalau ada momentum bersamaan dengan hari kelahiran Nabi SAW kemudian kita hidupkan untuk lebih mengenal Nabi dalam bentuk sunnah itu tidak masalah," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hindari Kegiatan yang Bertentangan dengan Ajaran Islam

Penjelasan Ustaz Adi Hidayat menunjukkan bahwa substansi kegiatan menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan dalam memperingati Maulid Nabi. Momentum tersebut dapat diarahkan untuk kegiatan yang memberikan manfaat keagamaan, selama tidak diisi dengan perbuatan yang bertentangan dengan Al-Quran dan ajaran Rasulullah SAW.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut