Terungkap Berbagai Modus Kecurangan Antrean Haji

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, VIVA –Untuk mencegah kecurangan terkait dengan antrean haji, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama memadankan data.

img_title Arab Saudi Diserang, Bagaimana Nasib Jemaah Umrah Indonesia? Ini Imbauan Kemenhaj

"Saya yakin, saya percaya kalau data ini sudah klop, sudah terpadu dengan baik, tentu tidak akan ada lagi upaya-upaya, permainan-permainan, akal-akalan agar bisa berangkat lebih cepat," kata Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf dalam konferensi pers di Kantor Kemendagri, Jakarta, Jumat.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Banyak modus kecurangan terkait data dalam keberangkatan haji. Misalnya terdapat jamaah yang mengubah usianya agar diprioritaskan dalam antrean keberangkatan haji.

img_title Kemenhaj Persiapkan Seleksi 75 Ribu Petugas Haji 2027, Ini Persiapannya

"Ada beberapa hal, yang usianya sebetulnya 50, diubah menjadi hampir 70. Kenapa? Untuk mendapatkan dua keuntungan. Keuntungan pertama, bisa mendapatkan prioritas percepatan lansia. Yang kedua, bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pendampingan haji," ujar dia. 

Jamaah calon jamaah haji yang telah meninggal, datanya juga dimanipulasi untuk penggantian keberangkatan.  

img_title Desak Pemda Kendalikan Harga Pangan di Daerah, Sekjen Kemendagri Soroti Komoditas Penyumbang Inflasi

"Orang yang meninggal bisa digantikan oleh ahli warisnya, anaknya, dan di sini lah permainan bagaimana orang yang meninggal itu, yang bukan anaknya menjadi anaknya," kata Menhaj.

Menjalin kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dengan memadukan atau mengintegrasikan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) serta data Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) diharapkan bisa mencegah kecurangan.   

Nantinya, seluruh informasi identitas, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), domisili terkini, status kependudukan, hingga ahli waris, selaras dengan kondisi dan identitas sebenarnya di lapangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Proses sinkronisasi bersifat administratif dan tidak akan mengubah atau menggeser nomor antrean (nomor porsi) maupun estimasi tahun keberangkatan.
Jamaah juga tidak perlu repot m

elakukan proses pengurusan karena sebagian besar proses pemadanan berjalan secara otomatis di belakang layar (backend system).

Rekaman CCTV Penampakan Ruang Tunggu Bandara King Khalid Riyadh usai Diserang

Sejumlah Wilayah di Arab Saudi Masih Rawan, Ini Lokasi yang Harus Dihindari Jamaah Umrah Indonesia

Jamaah umrah asal Indonesia diminta  Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) senantiasa waspada dalam menjalankan ibadahnya dan menghindaril lokasi rawan

img_title
VIVA.co.id
12 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut