Demokrat Terancam, Nasib First Media, Hingga Angel Lelga Digerebek
- ANTARA FOTO/Reno Esnir
VIVA – Partai Demokrat disindir main dua kaki, karena tak total mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu fokus di Pileg 2019 dan menginstruksikan kadernya bebas memilih calon presiden dan wakil presiden.
Namun, kader Demokrat mengaku partainya bisa terancam “tamat” bila tidak optimal fokus pada Pemilu Legislatif 2019 nanti. Berita soal Partai Demokrat ini menjadi yang paling banyak dibaca sepanjang Senin, 19 November 2018.
Berita kedua yang menjadi sorotan pada Senin kemarin masih dari ranah politik. Kali ini masih berkaitan dengan heboh poster Raja Jokowi. Hal ini juga menarik perhatian Sandiaga Uno.
Selanjutnya, diperingkat ketiga terdapat berita dari sepakbola. Berita soal Persebaya yang berhasil mengalahkan Bali United dengan telak, 5-2 sangat menarik perhatian pembaca. Pelatih Bali United, Widodo C Putro meminta kejujuran anak asuhnya.
Berita keempat yang mendapat sorotan pembaca adalah seputar pencabutan izin First Media. Menteri Komunikasi dan Informatika atau Menkominfo Rudiantara mengatakan, kementeriannya bakal tegas menindak perusahaan yang menunggak biaya hak penggunaan atau BHP frekuensi.
Dan terakhir, dari dunia hiburan. Berita yang paling banyak dibaca adalah seputar rumah Angel Lelga yang digerebek Vicky Prasetyo. Saat digerebek, Angel sedang bersama seorang pria muda di kamarnya.
Berikut lima berita paling populer di VIVA, Senin 19 November 2018:
1. Demokrat: Cuma Kami yang Jujur Potensi Almarhum di Pileg 2019
![]()
Ketua DPP Demokrat, Jansen Sintidaon heran dengan tudingan main dua kaki di Pilpres 2019 mendatang. Tudingan itu dikatakan datangnya dari kubu rival hingga sejumlah kalangan. Ia menegaskan, komitmen Partai Demokrat sebagai salah satu partai pengusung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.
Jansen menyindir elite partai yang selalu menuding Partai Demokrat main dua kaki. Sindiran ini dianggapnya, sebagai tak kejujuran untuk memainkan strategi politik.
"Kalau ngomong coattail effect, ekor jas itu kan positif buat PDIP dan Gerindra. Partai di sana yang dukung Jokowi juga sama lah, cuma enggak berani ngomong. Cuma kami saja yang jujur, kemungkinan potensi almarhum di 2019. Iya kan, enggak lolos empat persen, tamat kita, enggak ada di parlemen," jelas Jansen.