Ahok Donatur Prabowo Sampai Bukan Antek Amerika Serikat
- ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
VIVA – Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto makin menjadi menyedot perhatian publik Tanah Air dengan berbagai dinamikanya. Tiap aktivitas dan komentar Prabowo makin membuat penasaran pembaca kabar politik di Indonesia.Â
Salah satunya yang terbaru adalah pertemuan Prabowo dengan para pengusaha Tionghoa. Selain bertukar gagasan untuk persoalan kebangsaan, pertemuan tersebut juga menjadi ajang donasi buat menyokong Prabowo. Mata publik terhenyak, sebab donatur terbesar dalam gala dinner itu ternyata adalah Ahok, yang menyumbang Rp250 juta.Â
Namun jangan kaget, donatur bernama Ahok itu bukan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Ahok dalam gala dinner ini adalah pengusaha Tionghoa bernama Kasidi. Dia merupakan donatur terbesar dalam acara yang mengumpulkan donasi total Rp435 juta. Selain Ahok, pengusaha Tionghoa yang hadir itu menyumbang puluhan juta rupiah saja.Â
Pasangan Prabowo, Sandiaga Uno juga tak luput dari perhatian publik. Nah kali ini, pembaca berita di Tanah Air penasaran saat Sandi mendapat sodoran amplop di tengah kerumunan.Â
Sandi pantas terkejut, dan membuka amplop putih dari dalam mobil yang dikepung kerumunan itu. Ternyata isinya uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu. Penyumbang yang mengaku dari Gerakan Milenial Indonesia meminta Sandi menerima uang sumbangan tersebut.
Selain soal donasi pengusaha Tionghoa, penegasan Prabowo bukan antek Amerika Serikat menjadi perhatian publik dalam gala dinner. Prabowo memanfaatkan pertemuan itu untuk membantah tudingan dia adalah antek AS. Bagaimana bisa disebut antek, Prabowo malah mengeluh tak bisa mendapatkan visa ke Negeri Paman Sam tersebut.Â
Kesiapan Prabowo dalam Pilpres 2019 ini bukan cuma siap menang, tapi mantan Danjen Kopassus itu juga siap kalah melawan petahana. Di depan pengusaha Tionghoa, Prabowo mengatakan jika kalah lagi dalam Pilpres ini, dia akan pensiun dan memilih mengurusi kuda saja.Â
Di luar isu Prabowo, kabar TNI memburu kelompok separatis di Papua menjadi perhatian. Publik menanti dan berharap kelompok ini bisa dibekuk. Sedangkan TNI menegaskan totalitas dalam operasi ini.Â
Berikut 5 berita terpopuler VIVA sepanjang Sabtu 8 Desember 2018:Â