Jalan Berliku Manohara

VIVAnews - Kembalinya Manohara Odelia Pinot, 17 tahun,  ke Indonesia, merupakan cerita penutup dengan akhir bahagia. Sebelumnya, selama beberapa bulan, publik Indonesia sedikit tercekat dengan kisah penyanderaan  dan penculikan Manohara oleh suaminya sendiri, putra Kesultanan Kelantan, Teungku Temenggong Muhammad Fakhry Petra, 31 tahun.

Drama penculikan itu dimulai dari perkenalan Manohara dengan Fakhry. Pertemuan itu terjadi  saat  jamuan makan malam bersama Deputi Perdana Menteri Datuk Nadjib bin Tun Abdul Razak, yang kini menjadi Perdana Menteri Malaysia, pada Desember 2006, di Perancis. Perangai lelaki yang ramah, sopan, dan rajin salat ini meluluhkan hati Daisy Fajirina, ibu kandung Manohara, hingga mengizinkannya berpacaran dengan sang putri, meski usia keduanya terpaut 14 tahun.

Namun restu Daisy dibalas Fakhry dengan merenggut kegadisan Manohara pada malam tahun baru 2008. Tapi Fakhry mengaku mau bertanggung jawab. Pada 26 Agustus 2008, Manohara yang belum berusia 17 tahun dinikahkan dengan mas kawin 50 ribu RM (sekitar Rp 150 juta) dan sejumlah perhiasan emas berlian.

Seusai pesta pernikahan, tabiat asli pangeran mulai tampak. Menurut cerita Manohara kepada ibunya, sang suami kerap berperilaku kasar. Karena tak tahan, dua bulan kemudian Manohara kabur ke Jakarta. Dia tak mau balik kecuali sang suami memenuhi janjinya menggelar pesta pernikahan di Jakarta. Fakhry lalu minta maaf dan janji hal itu akan dipenuhi setelah umrah.

Namun di sinilah penculikan terjadi. Penculikan itu terjadi pada 9 Maret di Bandar Udara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, sepulang ibadah umrah. Saat  selesai umrah, mendadak Manohara dipaksa masuk ke jet pribadi Teuku Fakhry, Challenger 300. Sementara Daisy ditinggalkan di Jeddah. Sesudah kembali ke Jakarta, Daisy mencoba menemui putrinya di Malaysia. Namun oleh imigrasi setempat, Daisy dicegah masuk Malaysia.

Yang menarik, nama Manohara mencirikan ia merupakan keturunan warga Prancis. Tapi Manohara bukan keturunan Perancis, melainkan keturunan Amerika Serikat.

Ibu kandung Manohara, Daisy Fajarina, terlahir pada 17 Desember 1965.

Tercatat Daisy pernah menikah tiga kali. Pertama ia menikahi warga Indonesia. Lalu menikah dua kali dengan warga asing.  Terakhir dia menjadi istri Reiner Pinot Noach. Sewaktu menikah, status Reiner adalah duda dan Daisy berstatus janda setelah cerai dari suami kedua, George Manz,  warga Amerika Serikat, ayah kandung Manohara. Itu mengapa Manohara memiliki dua kewarganegaraan, Amerika dan Indonesia.

Sementara nama Pinot di belakang Manohara adalah hasil adopsi Reiner. Selain Manohara, Daisy mempunyai satu putri lagi bernama Dewi Asih Sari, hasil pernikahannya dengan suami pertama.

Kerumitan silsilah Manohara itu, barangkali seperti jalan berliku kisah hidupnya.