Ayah Kandung Manohara Malah Dukung Fakhry

VIVAnews - Ayah kandung Manohara, George Manz (58) akhirnya munculĀ  di tengah kemelut rumah tangga Manohara Odelia Pinot dan suaminya, Pangeran Kelantan, Tengku Fakhry.

Bukannya ada di pihak Manohara, Manz justru mendukung Fakhry. Pada 15 Juni 2009 Manz mengirim surat pada Fakhry. Isinya, "saya akan mendukung Anda jika dapat."

Tak hanya itu, dalam suratnya yang VIVAnews kutip dari laman Malay Mail, Senin 6 Juli 2009, Manz juga berharap Manohara bisa lepas dari ibunya, Daisy Fajarina, yang dia sebut sebagai 'evil mother'.

Dihubungi Malay Mail, dari Kanada, Manz mengaku Daisy mengambil Manohara darinya saat model belia itu baru berusia 15 tahun.

Kenapa dia menyebut Daisy 'setan'? Menurut Manz Daisy menggunakan ilmu hitam. Hah?

"Dulu, saat kami masih bersama, saya membawa Daisy ke dokter gigi. Dokter gigi itu syok karena berdasarkan hasil X-ray, dia punya jarum emas kecil dan berlian yang ditanam di dagunya," tambah Manz.

Manz mengaku percaya pada Fakhry meski sama sekali belum pernah menemuinya. "Saya percaya dia bisa merawat Manohara dan membebaskannya dari ibunya," tambah Manz.

Dalam suratnya pada Fakhry, Manz mengaku bisa meminta Departemen Pertahanan Amerika untuk melarikan Manohara dari Indonesia dengan bantuan warga Amerika.

Manz mengaku tak pernah berjumpa dengan anak kandungnya dan hanya bisa memantaunya lewat berita-berita media serta lewat bantuan teman-temannya di Jakarta dan Singapura.

"Kasihan anak saya, semoga dia tidak akan seperti ibunya," kata Manz.

Manohara lari dari suaminya pada 31 Mei 2009 dari Singapura. Ibu Manohara, Daisy mengungkapkan selama menikah dengan Fakhry, Mano mengalami kekerasan, baik fisik maupun seksual.

Bahkan, menurut pengacaranya, Hotman Paris Hutapea, Manohara sering diberi pil agar dia selalu terlihat ceria dan tidak tampak seperti orang yang menderita.

"Dia selalu dikasih pil agar terlihat excited dan tidak ada rasa takut. Dia dipaksa untuk terlihat senang," kata Hotman Paris, kuasa hukum Manohara saat ditemui di kantornya di Gedung Summitmas, Jakarta Selatan, Rabu 24 Juni 2009.

Kasus Manohara tak kunjung usaki, tak hanya membantah telah menganiaya Manohara, Fakhri melalui pengadilan Kelantan Syariah High and Lower, Fakhry menuntut Manohara mengembalikan uang sebesar RM 1 juta