Sandiaga Uno: Sineas Lokal Harus Kembangkan Pontensi Daerah

Sandiaga Uno
Sandiaga Uno
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA – Perfilman merupakan salah satu subsektor yang terbukti mampu menyerap banyak tenaga kerja. Industri perfilman juga memiliki multiplier effect untuk mempercepat pemulihan ekonomi, berkontribusi terhadap pemberdayaan dan kemandirian masyarakat, serta mengangkat local hero, khususnya komunitas film pendek daerah.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berharap para sineas muda daerah terus meningkatkan kemampuan dan mengembangkan kreativitasnya.

"Selamat berkreasi, ciptakan karya-karya hebat, kembangkan potensi daerah, dan buktikan kita mampu jadi agen perubahan untuk masa depan. Semoga film pendek akan semakin berjaya dan dapat berpartisipasi dalam berbagai festival film lainnya baik skala nasional dan internasional," ujar Sandiaga Uno dalam acara Meet and Greet Family Sunday Movie melalui virtual, Kamis, 24 Februari 2022. 

Meet and Greet Family Sunday Movie (FSM) merupakan salah satu rangkaian dari program Family Sunday Movie 2022 yang diinisiasi oleh Kemenparekraf/Baparekraf melalui Direktorat Ekonomi Kreatif dan Produk Digital. FSM sendiri adalah sebuah festival film pendek untuk memberikan apresiasi bagi para pelaku industri perfilman khususnya film indie di Indonesia, sekaligus untuk mempromosikan karya film pendek yang terpilih.

Melalui Family Sunday Movie diharapkan tercipta wadah bagi para sineas daerah untuk mengangkat film pendek agar mampu bersaing, dan menjadi kebanggaan dalam industri perfilman Indonesia. Para sineas muda daerah juga mendapat kesempatan yang sama untuk menampilkan karya-karyanya, mendapatkan pengalaman berkompetisi, mengasah kemampuan untuk menghasilkan karya yang lebih baik lagi, serta membuka peluang untuk menciptakan lapangan kerja yang seluas-luasnya dan berdampak ekonomi yang berkelanjutan.

Ajang Family Sunday Movie (FSM) sendiri mendapat respons yang positif dari para sineas lokal. Sebanyak 215 film sudah terdaftar dalam kurun 11 hari, terhitung sejak 2 hingga 12 Februari lalu.

"Jika 1 komunitas membutuhkan tenaga sekitar 30 orang, dengan 215 film artinya ada sekitar 6.450 tenaga kerja yang terserap. Ini menjadi sinyal kebangkitan sektor ekonomi kreatif," lanjut Sandiaga Uno.

Halaman Selanjutnya
img_title