Mengungkap Sosok Simple Man di Balik Film KKN di Desa Penari

KKn di Desa Penari 2022 Logo ads
KKn di Desa Penari 2022
Sumber :
  • MD Pictures

VIVA – Sosok Simple Man tak luput dari booming-nya film KKN di Desa Penari. Ya, akun anonim @SimpleM81378523 itu yang awalnya mengisahkan cerita horor sehingga viral di jagat dunia maya. Cerita KKN di Desa Penari dari Simple Man diangkat menjadi sebuah film yang terbukti berhasil menyedot perhatian penikmat film horor untuk mengikuti kisahnya. Siapakah Simple Man?

Editor Bukunya, Muhammad Barkah Winata ternyata pernah bertemu sang penulis dan dia mengungkap sosok Simple Man yang misterius tersebut. Barkah menyebut Simple Man adalah orang yang sangat teliti khususnya dalam menulis sebuah naskah. Simple Man berusia nyaris 30 tahun. Jika berbicara, dia punya aksen dari timur Pulau Jawa.

Barkah meyakini Simple Man gemar membaca buku karena sang penulis sudah mengerti bagaimana plot cerita dan struktur dalam kepenulisan novel.

Dalam kanal YouTube Raditya Dika yang pernah beberapa waktu lalu, Simple Man mengatakan bahwa kisah KKN di Desa Penari merupakan salah satu pengalaman teman ibunya. Dia mengatakan teman ibunya itu tergolong sudah lansia karena antara umur sang ibu dengan temannya terbilang cukup jauh.

Selain itu Simple Man juga mengungkap bahwa beberapa bagian cerita sudah mengalami perubahan dari sumber aslinya. Bahkan cerita tersebut disampaikan menjadi dua versi yakni Widya dan Nur. Salah satu perubahan penulisan kisah KKN di Desa Penari adalah jumlah mahasiwa yang mengikuti KKN.

Pada kisah aslinya jumlah mahasiswa yang mengikuti KKN atau Kuliah Kerja Nyata itu adalah 14 orang dengan 6 di antaranya adalah perempuan serta ada juga dosen yang mendampingi. Namun dalam ceritanya di Twitter, Simple Man menyebut ada 6 orang yang ikut KKN untuk mempermudah jalan cerita. Dia juga menyamarkan sosok sebenarnya.

Dalam salah satu wawancara, ternyata Simple Man juga sempat punya rasa takut. Dia pernah ketakutan kalau kisah horor yang ditulisnya di Twitter pada 2019 itu jadi viral hingga kemudian muncul versi filmnya. "Karena pada saat cerita itu diunggah di Twitter, pengikut saya pun enggak lebih dari seratus ribu," kata Simpleman pada 12 Mei 2022 yang tak pernah berharap cuitannya bakal viral dan difilmkan.