Michelle Ziudith Curhat Soal Keikhlasan Setelah Main di Assalamualaikum Baitullah
- VIVA / Ichsan Suhendra
VIVA – Aktris Michelle Ziudith kembali hadir di layar lebar lewat film Assalamualaikum Baitullah. Dalam film adaptasi novel karya Asma Nadia ini, Michelle dipercaya memerankan karakter Amira, seorang perempuan yang kuat namun menyimpan luka batin yang dalam.
Michelle mengungkapkan bahwa karakter Amira memberinya pengalaman akting yang sangat mendalam sekaligus penuh makna. Ia menyebut Amira sebagai sosok paling kompleks yang pernah ia perankan.
“Menurut aku karakter Amira itu sosok yang paling tegar dari semua yang aku pernah hidupkan karakternya sekaligus sosok yang juga paling rapuh,” ujar Michelle saat ditemui di Anjungan Sarinah, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Juni 2025.
Dalam proses mendalami peran, Michelle merasakan betapa beratnya beban batin yang ditanggung Amira—sosok perempuan yang menyimpan segala konflik sendiri dan berjuang menyelesaikannya tanpa bergantung pada orang lain.
“Karena banyak konflik atau masalah yang ditutupi, disimpan sendiri, dan dia selesaikan sendiri juga. Yang mungkin Michelle sendiri udah yang kayak ngereog atau kesurupan. Amira sosok yang luar biasa, aku pribadi banyak belajar dari Amira, dari ketegarannya enggak cuma itu, dari sosok sampai self love-nya dan keteguhan hatinya dia,” lanjutnya.
Michelle juga mengaku bersyukur karena persoalan dalam hidupnya tidak seberat yang dialami oleh Amira. Ia merasa tersentuh dengan perjalanan spiritual karakter tersebut.
“Amira ini sosok taat agama, patuh orangtua, melakukan apa yang seharusnya dilakukan perempuan, patuh sama suami juga. Tapi yang ditemukan justru loh dapat hal lain dari Allah. Ini salah satu yang mirip sama aku sendiri. Aku belum jadi istri ya, by the way. Tapi sebagai seorang anak, aku patuh sama bunda, aku kerja semangat, gak mau ngecewain orang lain, kayak maksimal ngejalanin hari-hari. Tapi ada saat kok Allah begini ya sama aku?” tutur Michelle.
Ia menambahkan bahwa melalui karakter Amira, ia belajar memahami arti keikhlasan yang lebih dalam. Film ini disebutnya sebagai titik balik dalam cara memandang kehidupan dan menghadapi luka batin sebagai perempuan.
“Kita enggak pernah tahu aja. Banyak banget karakter perempuan yang sangat kuat, aku mau nge-influence orang untuk tahu kesedihan yang dialami, dan menyembuhkan lukanya sendiri, salah satunya aku,” kata Michelle.