Risa Saraswati Merinding Baca Comment Driver Ojol di YouTube-nya

Risa Saraswati.
Sumber :
  • Instagram @risa_saraswati

VIVA – Penyanyi sekaligus penulis Risa Saraswati yang selama ini dikenal memiliki kemampuan supranaturalnya sedang jadi buah bibir warganet. Pasalnya, Risa mengunggah ulang sebuah cerita mistis yang diungkapkan seseorang di kolom komentar video di channel YouTube Jurnal Risa.

img_title Driver Ojol Bakal Berstatus Pengusaha Mikro, Pemerintah Siapkan Aturan Baru dalam Perpres Khusus

Risa mengunggah tangkapan layar berisi curhat seorang driver ojek online (ojol) bernama Herman Suherman di akun Twitter pribadinya. Risa bahkan mengaku merinding membaca kisah driver ojol itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Baca komen ini... saya jadi merinding,” tulis Risa.

img_title Menteri UMKM Bantah Pendapatan Ojol Turun usai Komisi Aplikator Dipangkas Jadi 8 Persen

Dalam curhatnya, Herman mengaku pernah memboncengi penumpang yang ternyata sudah meninggal dunia empat tahun yang lalu. Ia pun bertanya apakah ada seorang wanita bernama Cindy di tim Jurnal Risa.

"Saya mau nanya, apa di Tim JurnalRisa ini ada yang namanya Cindy (almarhum)...?? Saya Driver Ozol, pernah mengantarkan beliau dari depan Istana Plaza Bandung ke Subang," tulis Herman.

img_title 3 HP Murah di Bawah Rp1 Jutaan yang Cocok untuk Driver Ojol, Baterai Tahan Lama dan Tetap Lancar Dipakai Seharian

Ia mengatakan kalau saat itu ia akan mengantar penumpang bernama Cindy itu pulang pergi Bandung-Subang dengan imbalan uang sebesar Rp400 ribu.

"Sepanjang perjalanan dr Lembang ke Subang, beliau bercerita tentang hal" yg berbau mistis (gaib), & beliau bercerita tentang Tim jurnalRisa ini dan mengaku bagian dari tim ini," lanjutnya.

Herman juga menyebutkan kalau dia bahkan ditawari Cindy untuk menjadi kru tim Jurnal Risa dengan imbalan Rp200 ribu dalam setiap syuting untuk mengantar tim ke tempat-tempat mistis yang akan dikunjungi.

Namun, di tengah perjalanan pun, banyak hal-hal aneh yang ia temui. Setelah sampai di tujuan, Cindy memintanya menunggu di mulut gang dengan alasan takut dimarahi ayahnya. Ia pun menunjukkan lokasi rumahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Setelah menunggu satu jam lebih tak kunjung datang, saya memutuskan untuk kerumahnya. Setiba dirumahnya, bukannya ketemu sama beliau ataupun keluarganya, tapi yang saya temui hanyalah rumah kosong, kotor, kumuh dan gelap," ujar Herman.

Ia bertanya pada penduduk sekitar, tapi tak ada yang mengenali Cindy. Lalu, ia pun pergi ke arah Kota Subang dan bertemu para diver ojol lainnya. Herman dibantu dan diizinkan untuk bermalam di base camp mereka.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut