Kisah Dewi Sandra Pernah Muslim Lalu Masuk Kristen dan Kembali Mualaf

Dewi Sandra Logo ads
Dewi Sandra
Sumber :
  • Instagram @dewisandra

VIVA – Kisah cinta Dewi Sandra dengan Glenn Fredly kembali terungkap. Diketahui Dewi memilih perpisahan dengan Glenn Fredly pada 2009 lalu pasca menikah selama tiga tahun lamanya. Saat itu dijelaskan Dewi Sandra, dia sempat merasa tersesat dalam menjalani kegiatan apapun.

Namun, hal itu menuntun Dewi Sandra untuk mencari pegangan dan pedoman hidup yang sehati. Di saat itulah dia mengaku bahwa Islam menjadi agama yang mampu menjawab semua pertanyaan hidupnya.

"Ketika lo udah berserah saat itu, berdamai dengan diri sendiri, lo tadinya udah putus asa bunuh diri, udah ga ada jalan lagi karena karakter lo tekun banget, pada akhirnya buat lo capek karena tanggung jawab buat gak mungkin jadi mungkin? Kenapa muslim padahal lo pernah ke pendeta?," tanya Daniel Mananta dalam tayangan YouTubenya.

Mendengar pertanyaan Daniel, Dewi mengaku, Islam merupakan agama yang bisa menjawab semua pertanyaan-pertanyaan dalam pikirannya. "Ini pertanyaan yang bagus banget dan sangat dalam karena buat gue muslim adalah satu-satunya yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis gue sedari kecil," kata Dewi Sandra.

Wanita yang kini tampil berhijab itu melanjutkan bahwa agama Islam memiliki jawaban yang menurutnya masuk logika. Selain itu juga, agama Islam kata dia juga bisa dipertanggung jawabkan. Berikut cerita perjalanan spiritual Dewi Sandra.

"Pertanyaan itu masih ada bahwa aku butuh jawaban yang masuk logika meskipun akhirnya tahu tapi ternyata enggak semuanya tapi secara logika global masuk secara hati masuk. Secara dalil ketika kamu mencari yang gue memang suka melakukannya kenapa ya misalnya kenapa muslim tidak bisa trinitas ternyata menurut saya penjelasannya masuk akal karena di dalam agama kami tidak ada yang serupa dengan Tuhan," jelas dia.

Dewi Sandra juga menjelaskan bahwa dia memilih agama Islam lantaran dia ingin bisa menjawab sejumlah pertanyaan yang akan diajukan oleh para Malaikat ketika dia meninggal. Mengingat kata dia, momen tertinggi sebagai manusia dalam kehidupannya adalah kematian.