Kasus Narkoba Rizky Nazar Tak Pengaruhi Film Satria Dewa: Gatotkaca

Adegan di film Satria Dewa Gatot Kaca
Adegan di film Satria Dewa Gatot Kaca
Sumber :
  • istimewa

VIVA – Hanung Bramantyo memastikan bahwa kasus narkoba yang saat ini tengah menimpa Rizky Nazar tidak mempengaruhi produksi film Satria Dewa: Gatotkaca. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Hanung kepada awak media.

Sebagai informasi, Hanung merupakan sutradara dalam film Satria Dewa: Gatotkaca, sementara Rizky Nazar adalah pemeran utama yang berperan sebagai Gatotkaca.

“Tidak sih (tidak memberi dampak negatif), harusnya tidak. Semua orang pasti punya salah, tapi yang paling penting bagaimana dia memperbaiki kesalahan itu, sesimpel itu,” kata Hanung di kawasan SCBD Jakarta, Selasa, 22 Februari 2022.

Konferensi pers film Satria Dewa Gatotkaca.

Konferensi pers film Satria Dewa Gatotkaca.

Photo :
  • Istimewa
Adegan di film Satria Dewa Gatot Kaca

Adegan di film Satria Dewa Gatot Kaca

Photo :
  • istimewa

Bahkan, Hanung mengaku bahwa dirinya bersama pihak film Satria Dewa: Gatotkaca, memberi support dan menguatkan Rizky Nazar. Hanung berusaha membesarkan hati Rizky Nazar.

“Bahkan saat itu terjadi, kejadian pada Rizky, kita semua yang ada di Gatotkaca ini mensupport Rizky, jadi dibesarkan hatinya, bukan mendukung tindakannya, tetapi dibesarkan hatinya,” kata Hanung.

Diketahui, film Satria Dewa: Gatotkaca telah merilis teaser trailer pada hari Selasa, 22 Februari 2022. Rizky Nazar tidak bisa hadir dalam acara perilisan tersebut karena tengah menjalani rehabilitasi. Tidak lama setelah dirilis, film Satria Dewa: Gatotkaca langsung jadi trending topik di Twitter.

Hanung Bramantyo

Hanung Bramantyo

Photo :
  • VIVA/ Aiz Budhi

Hanung juga mengungkapkan bahwa film Satria Dewa: Gatotkaca menggunakan teknologi CGI yang berkualitas. Maka tak heran jika proses penggarapan film tersebut memakan waktu yang lumayan lama hingga akhirnya siap tayang di bulan Juni tahun 2022 ini. 

“Gatotkaca selain bisa terbang, dia dikenal sebagai otot kawat tulang besi, jadi bagaimana otot kawat yang ada di dalam tubuh itu keluar dan timbul, itu ada CGI sendiri, itu yang membuat lama. Akhirnya kemudian pandemi ini membuat jadi anugerah karena bisa melihat lagi, mengkoreksi lagi, korek-korek lagi, karena apa yang kita lihat di gadget dan layar lebar itu berbeda sekali,” kata Hanung.