KKN Di Desa Penari Raih 1 Juta Penonton di Malaysia

Film KKN Di Desa Penari
Film KKN Di Desa Penari
Sumber :
  • IG @pichousefilms

VIVA – Film KKN Di Desa Penari saat ini telah dinobatkan sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa. Ya, film bergenre horor itu berhasil meraih lebih dari 7 juta penonton dan menempati posisi satu sebagai film Indonesia terlaris yang sebelumnya ditempati oleh film Warkop DKI Reborn Part 1.

Saat ditemui awak media, Manoj Punjabi selaku CEO PT MD Pictures Tbk sekaligus produser dari film KKN Di Desa Penari mengaku sangat puas kerena filmnya berhasil menjadi film Indonesia terlaris. Terlebih lagi, film KKN Di Desa Penari berhasil mengalahkan film Doctor Strange di Indonesia.

“Saya puas sekali, puasnya bukan hanya film ini terlaris tapi film terlaris di pandemi lebih puas lagi, saya bisa menang dari Doctor Strange, film Indonesia bisa menang dari Marvel belum pernah dalam sejarah. Saya tahu kemudian hari bakal ada film yang terlaris lagi, mudah-mudahan dari MD lagi, kalau pun dari yang lain it’s ok, ini bagian dari kompetisi,” kata Manoj Punjabi ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu, 21 Mei 2022.

KKN di Desa Penari film terlaris sepanjang masa dengan 7 juta penonton

KKN di Desa Penari film terlaris sepanjang masa dengan 7 juta penonton

Photo :
  • Instagram @kknmovie

Tidak hanya di Indonesia, Manoj mengungkapkan bahwa film KKN Di Desa Penari juga sudah tayang di Singapura dan Malaysia pada tanggal 12 Mei 2022. Antusias penonton di dua negara itu sangat baik. Manoj memperkirakan, film KKN Di Desa Penari sudah ditonton oleh lebih dari satu juta orang di Malaysia.

“Pertama di Singapura tayang hari Kamis, Malaysia juga hari Kamis, minggu lalu, tanggal 12 Mei. Tanggal 12 Malaysia tapi belum optimal show-nya. Malamnya tambah show. Singapura juga tanggal 12 Mei sampai jam 11 malam - 12.40 pagi, tayang. Sampai sekarang juga,” kata Manoj.

“Tayang dari tanggal 12 sampai berapa hari yang lalu sudah melewati 11 juta ringgit jadi itu kurang lebih 1 juta penonton di Malaysia, mungkin sekarang sudah 1,3, 1,4 juta penonton. Di Singapura kalau gak salah sudah 400 ribu dolar, kalau gak salah,” katanya menambahkan.