Merasa Senasib, Patricia Gouw Ikut Aksi Damai Korban Investasi Bodong

Patricia Gouw
Patricia Gouw
Sumber :
  • IG @patriciagouw

VIVA Showbiz – Presenter sekaligus model ternama, Patricia Gouw beberapa waktu yang lalu ramai diperbincangkan karena mengaku menjadi korban investasi bodong. Untuk menyuarakan kasus tersebut, Patricia sempat datang jadi bintang tamu di podcast Deddy Corbuzier.

Patricia bukan korban satu-satunya, masih ada korban-korban lainnya. Tepat pada hari ini, Selasa, 28 Juni 2022, Patricia ikut ambil bagian dalam aksi damai bersama para korban investasi bodong lainnya di depan gedung Mabes Polri, Jakarta. 

Kehadiran Patricia sebagai bentuk solidaritas antar sesama korban. Ia juga merasa ada waktu luang sehingga memutuskan untuk datang.

“Saya juga salah satu yang menjadi korban, saya merasa karena ada waktu, saya sempatkan ke sini, karena sebelumnya udah pernah ada yang demo juga, tapi saya enggak dateng. Hari ini, mumpung aku bisa, aku datang,” kata Patricia Gouw.

Kepada awak media, Patricia Gouw engaku mendapat kerugian sekitar Rp2 miliar. Awalnya, uang Patricia Gouw diinvestasikan oleh kedua orangtuanya ke sebuah koperasi. Namun ternyata, koperasi itu mendapat masalah.

Menurutnya lembaga koperasi tersebut awalnya sudah punya citra bagus. Namun ternyata ada masalah besar menimpa koperasi itu. Kini, Patricia sudah menerima uang pengembalian sebesar 15 persen.

“Rp2 miliar (kerugiaan). Tapi aku sudah dikembalikan 15 persen. Dulu punya citra bagus, kita kaget kenapa citranya tiba-tiba seperti ini,” ujarnya.

Karena masalah tersebut, Patricia mengaku tidak kapok, namun akan lebih hati-hati dan bijak saat akan kembali berinvestasi.

Patricia Gouw

Patricia Gouw

Photo :
  • VIVA/Zahrotustianah

“Mungkin aku sekarang bukannya kapok, mungkin harus lebih bijak lagi,” ungkapnya.

Ditemui di kesempatan yang sama, pengacara Patricia, Alvin Liem berharap, kasus investasi bodong itu dapat diusut sampai tuntas.

“Patricia gak mau menyerah makanya dia datang. Patricia menyampaikan aspirasi ketidakpuasan terhadap oknum pemerintah,” kata Alvin.

“Kalau dari kepolisian agar berkas-berkas ini bisa naik dong ke Kejaksaan, ditahan semua penjahatnya, disita aset kejahatannya,” tambah dia.