Raffi Ahmad Sebut akan Bantu Tagihan Rumah Sakit Marshanda di LA

Marshanda
Marshanda
Sumber :
  • IG @marshanda99

VIVA Showbiz – Marshanda sempat mengaku dibawa ke sebuah rumah sakit jiwa saat dirinya tengah menikmati waktu liburannya di Los Angeles Amerika pada Juni lalu. Awal mula dirinya dibawa ke rumah sakit jiwa di saat sahabat Marshanda yang menghubungi sebanyak 7 kali namun tak direspons oleh mantan istri Ben Kasyafani.

Saat di rawat di sana Marshanda mengungkap bahwa dirinya harus mendapat perawatan selama kurang lebih dua pekan dan harus menerima tagihan senilai US$20 ribu dolar atau setara hampir Rp300 juta.

"Jadi semuanya ditagih nyaris Rp 300 juta," kata Marshanda saat menjadi bintang tamu dalam sebuah acara yang dipandu Raffi Ahmad dan Irfan Hakim.

Diungkap Marshanda dirinya masih menyicil pembayaran tagihan rumah sakit tersebut hingga saat ini.

"Aku masih nyicil sampai sekarang," kata dia.

Mendengar hal itu, Raffi Ahmad kemudian menawarkan diri untuk membantu sahabatnya itu.

"Jadi sisanya berapa ca?," tanya Raffi Ahmad.

"Ya ada beberapa sih, kan aku harus cicil," jawab Marshanda.

"Oke kalau gitu nanti aku yang bayar sisanya ya," kata Raffi Ahmad.

Raffi juga meyakinkan bahwa dirinya akan membayar sisa cicilam rumah sakit Marshanda di Amerika Serikat. Mengingat hubungannya dengan Marshanda yang merupakan sahabatnya sejak kecil.

"Iya beneran (dibayarin), Marshanda itu temen gue dari kecil. Dia itu suka syuting sama gue dulu," kata Raffi.

Sebelumnya dalam chanel YouTubenya, Marshanda membeberkan bagaimana dirinya bisa dibawa ke rumah sakit jiwa di Los Angeles, Amerika Serikat.  Hal ini bermula saat sahabat Marshanda yang menghubungi sebanyak tujuh kali namun tak direspons oleh mantan istri Ben Kasyafani.

Padahal saat itu, Marshanda sedang berada di pantai dekat penginapannya. Kala itu dia memilih untuk tidak membawa ponselnya saat ke pantai lantaran ingin menikmati me time. Namun sayangnya saat kembali ke penginapannya, sejumlah ambulance sudah mendatangi penginapannya.

"Pertama ambulans, kedua ada 911 yang ujung-ujungnya rumah sakit jiwa, mental health facility. Di ambulans sama 911 mereka tanya, 'Are you oke? What's your name? Sekarang lo di mana? Asal lo dari mana?' Kayak memastikan gue waras dan sadar diri nggak. Disebutin di situ nama gue Adriani Marshanda. 'Umur lo berapa? Dan pekerjaan lo apa? Lo sampai di LA berapa hari? Lo visitor atau orang tinggal di sini?'," kata Marshanda mengutip tayangan YouTube Marshanda.

Lebih lanjut, Marshanda juga meminta petugas layanan darurat itu bisa mencek fitur emergency atau help id di ponsel pintarnya. Ketika dicek ternyata historynya healing my breast tumor, dia juga tidak mencantumkan riwayat bipolarnya di akun itu.

"Terus pada buka, isinya healing my breast tumor. Gue nggak menuliskan ada riwayat bipolar atau depresi. Tapi di bagian medication ada obat-obatan yang isinya kok obat penenang, obat untuk manik, obat depresi, obat untuk orang kayak bipolar," kata Marshanda.

Raffi Ahmad.

Raffi Ahmad.

Photo :
  • VIVA/Aiz Budhi.

Melihat hal itu, petugas kemudian membawa Marshanda untuk ke rumah sakit selama dua minggu lamanya. Saat di sana Marshanda juga tidak bisa mengakses komunikasi dengan orang tua dan keluarga terdekatnya.

"Nah itulah yang buat 911 bawa gue ke mental health facility, itu diluar kontrol Sheila dan David mereka enggak bermaksud kayak gue dibawa ke rumah sakit jiwa. Tapi rumah sakit jiwa worry sama gue, mereka menahan gue di sana dari 27 Juni sampai 11 Juli yang mana tidak ada yang bisa mengakses gue bahkan orang tua atau adek gue, yang nelfon gue dua kali," ujar Marshanda.

Insiden itu juga membuatnya harus membayar tagihan rumah sakit sebesar US$20 ribu.

"Sheila dan David enggak say sorry dan gue ditagih 20 ribu dolar lebih sama rumah sakit, gue bilang ini bukan tanggung jawab gue dan Sheila dan David enggak mau tanggung jawab juga," kata dia.