Dua Lipa Beri Penghormatan Atas Kematian Mahsa Amini

Dua Lipa.
Dua Lipa.
Sumber :
  • IG @dualipa

VIVA ShowbizPenyanyi Dua Lipa beri penghormatan untuk sosok Mahsa Amini, yang menjadi pembicaraan hangat saat ini. Meski tak berkata panjang, namun penghormatan pada gadis 22 tahun itu seolah memberi dukungan untuk sikap mendiang sebelum meninggal dunia.

Diketahui, sejumlah pakar Iran dan kelompok hak asasi Kurdi mengungkapkan bahwa meningkatnya korban jiwa pada hari Rabu, 21 September 2022 lalu, karena kemarahan atas meninggalnya seorang wanita yang disimpan oleh polisi moralitas Iran. Ini yang akhirnya memicu perkelahian untuk beberapa hari ke depan hingga memancing amarah masyarakat luas. Yuk, scroll

Aksi ini dilancarkan selama kematian dalam penahanan selama tujuh hari terakhir dari Mahsa Amini. Gadis dari Kurdistan Iran itu ditangkap di Teheran karena dinilai mengenakan pakaian yang tidak dapat diterima.

Penyanyi asal Inggris Dua Lipa buka suara di media sosial dan meratapi bahwa apa yang terjadi di Iran adalah luar biasa brutal dan mengerikan.

Dua Lipa

Dua Lipa

Photo :
  • instagram @dualipa

"RIP Masha Amini," ujar Dua Lipa, dikutip dari laman Now Pakistan, Kamis 22 September 2022

Sebelumnya diberitakan VIVA, tragedi kemanusiaan tewasnya seorang perempuan muda bernama Mahsa Amini menyulut kemarahan massal di negara Iran. Mahsa Amini tewas setelah tak lama ditahan oleh polisi moralitas Iran karena dianggap melanggar kebijakan hijab dan aturan berpakaian sesuai syariah.

Penangkapannya terjadi pada 14 September 2022 lalu sekitar pukul 18.30 waktu setempat di Teheran, Iran ketika dia berjalan keluar dari stasiun kereta api Haghani bersama dengan saudara lelakinya.

Namun polisi moralitas Iran menyetop mereka walau dia dan saudara lelakinya yang bernama Kiarash sempat mempertanyakan penangkapan tersebut kepada polisi.

Warga Iran di Jerman rotes atas kematian tragis Mahsa Amini

Warga Iran di Jerman rotes atas kematian tragis Mahsa Amini

Photo :
  • AP Photo/Michael Sohn

"Dia kemudian diangkut ke tahanan Vozara dan dijanjikan dalam 1 jam dibebaskan bila berjanji tak mengulang kesalahan," kata Kiarash sebagaimana diberitakan Iran True.

Sementara satu orang lainnya perempuan yang ikut ditahan menggambarkan situasi mereka diangkut dalam mobil van.

"Mahsa, saya dan beberapa lainnya protes ketika polisi membawa kami. Namun aparat menyuruh kami diam dengan tindakan kekerasan dan memukuli kami. Mahsa saat itu masih sadar walau dia mengatakan merasa sakit," ungkapnya.