Angin Segar Itu Bernama BT Batik Trusmi
Selain berbelanja secara online, toko BT Batik Trusmi yang ada di kawasan Plered pun sudah kembali dibuka dan siap menyambut para pembeli. Sejak pertama kali kembali buka di masa adaptasi kebiasaan baru, pengunjung di kawasan batik Cirebon ini pun terhitung terus naik.
Setiap harinya, sentra batik terbesar di Jawa Barat ini selalu mencatatkan kenaikan pengunjung. Rata-rata pengunjungnya datang dari Jawa Barat hingga Jakarta dengan tujuan untuk membelikan buah tangan bagi sanak-saudara di rumah. Salah satu produk yang menjadi primadona adalah batik Mega Mendung yang merupakan ciri khas dan ikon kota Cirebon.
Batik Mega Mendung memang tidak perlu diragukan lagi keindahannya. Motif awan yang indah serta perpaduan gradasi warna yang cantik membuat Mega Mendung menjadi primadona. Bahkan saking indahnya, di tahun 2015 Turki pernah mengklaim batik Mega Mendung sebagai salah satu produksinya.
Klaim oleh Turki tersebut ditemukan oleh seorang pelancong Indonesia yang tengah berkunjung ke butik Mark & Spencers Champ Elysees, Paris. Di salah satu rak, terdapat blouse batik Mega Mendung dengan label bertuliskan “Turki Limited Edition”.
Selama beroperasi, BT Batik Trusmi terus menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 untuk memberikan rasa aman pada pengunjungnya.
Secara rutin, BT Batik Trusmi melakukan penyemprotan disinfektan di setiap wilayahnya, melakukan pengecekan suhu kepada setiap karyawan dan pengunjung, mewajibkan setiap karyawan dan pengunjung menggunakan masker, hingga menyediakan hand sanitizer di tempat-tempat yang strategis.
“Saya ke sini (BT Batik Trusmi) mau cari batik khas Cirebon, khususnya masker batiknya. Dan ngga khawatir, sih. Soalnya dari Batik Trusmi-nya sendiri juga menjalankan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah,” ujar Annisa, salah satu pengunjung BT Batik Trusmi.
Bergeliatnya kembali kawasan batik terbesar di Cirebon dan Jawa Barat ini tentunya menjadi pengobat kerinduan masyarakat yang ingin berbelanja batik khas Cirebon, sekaligus menjadi langkah awal untuk mengembalikan laju sektor pariwisata dalam negeri.