Waspadai Proxy War, Mensos Minta Mahasiswa Perkuat Jati Diri Bangsa

Mensos Ari Batubara pada Stadium Generale Universitas Negeri Semarang, Sabtu (03
Sumber :

VIVA – Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengingatkan, masa depan bangsa ditentukan oleh mahasiswa. Mensos berpesan, agar mahasiswa mewaspadai pengaruh negatif di sosial media yang bisa menjadi indikasi adanya proxy war.

img_title Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026, Gus Ipul: Wartawan Membantu Melihat yang Terabaikan

Mensos Juliari menekankan, persaingan antar bangsa masih terus berlangsung saat ini. Bentuknya bermacam-macam, termasuk apa yang disebut sebagai proxy war. Yaitu perang yang dilakukan melalui pihak lain, atau tidak langsung, melalui saluran informasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Informasi kini berkembang luas dan deras sejalan dengan inovasi teknologi komunikasi yang makin canggih dan dukungan internet.

img_title Gus Ipul Siapkan Strategi Khusus Cegah Bullying di Sekolah, Begini Caranya

“Dari sini (telepon selulernya) tersebar informasi yang sangat terbuka yang belum tentu kebenarannya. Yang dikhawatirkan kalian sudah mengambil kesimpulan begitu saja tanpa mengecek kebenarannya,” kata Mensos Ari Batubara pada Stadium Generale Universitas Negeri Semarang, Sabtu (03/10/2020).

Dalam sambutannya melalui video conference , Mensos Ari menyatakan, hal tersebut menunjukkan bahwa kompetisi saat ini tidak saja dipahami dalam konteks lokal atau nasional, melainkan sudah dalam skala global.

img_title Pegawai Kemensos Main Judol, Ada Transaksi Tembus Rp2 Miliar, 620 Orang Kena Sanksi

“Itulah yang terjadi. Saat ini, kompetisi tidak saja antar mahasiswa, mahasiswa di sini dengan di perguruan tinggi lain, tapi sudah global,” katanya.

Kalau mau, sebenarnya bisa dengan cara mengeblok semua jaringan internet, seperti yang dilakukan China. Dengan demikian tidak ada informasi yang masuk.

“Tapi ini bukan pilihan yang baik. Sebab, kita akan seperti katak dalam tempurung. Tentu ini tidak kita harapkan,” katanya.

Oleh karena itu, Mensos Ari berpesan agar mahasiswa sebagai penentu masa depan bangsa, perlu menyiapkan diri menghadapi tantangan tersebut. “Filternya ya sekarang ya mahasiswa sendiri,” katanya.

Di tengah derasnya arus informasi yang banyak di antaranya tidak benar, katanya, mahasiwa perlu menggali kembali nilai-nilai luhur, jati diri bangsa, dan memahami landasan pembentukan negara

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sadari siapa kita semua ini. Kita ini orang Indonesia. Sebagai orang Indonesia, sudah sewajarnya kita berbudaya Indonesia, bukan budaya Amerika, bukan budaya China, bukan budaya Arab, dan sebagainya,” katanya.

Indonesia memiliki nilai budaya sendiri, yang intinya adalah gotong royong. “Salah satu nilai dasar kita adalah gotong royong. Ini nilai khas yang tidak ditemukan di negara lain. Jadi dengan gotong royong maknanya, kita adalah bangsa yang perduli dan tidak segan berbagi. Semua beban masalah dipikul bersama dengan elemen bangsa lainnya,” katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut