Ingin Menjadi Pelaku UMKM yang Sukses? Begini Tips Dari BRI

UMKM
Sumber :
  • Humas BRI

VIVA – Tata kelola bisnis (good corporate governance) yang baik menjadi kunci bagi setiap pelaku usaha, agar usaha mereka dapat berkembang dan bertahan lama. Rumus ini berlaku baik untuk pelaku usaha yang sudah lama berkecimpung di dunia usaha, maupun pebisnis baru dari berbagai segmen.

img_title 2 Emiten Saham Ini Jadi Incaran saat Bursa Bergejolak, Net Buy Tembus Rp1,88 Triliun

Menurut Direktur Kepatuhan BRI A. Solichin Lutfiyanto, tata kelola yang baik akan mendorong seorang pengusaha untuk dapat mempertanggungjawabkan usahanya secara jelas. Pertanggungjawaban yang transparan menjadi salah satu fondasi agar sebuah usaha bisa tumbuh berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kepatuhan itu bahasa kerennya kan good corporate governance, jangan diterjemahkan menjadi sesuatu yang kelihatannya canggih, advance, ataupun kompleks. Sederhananya, salah satu unsur dari kepatuhan itu adalah integritas. Jadi kalau kita bicara mikro, mau mengembangkan bisnis, kita harus mulai dengan integritas dan professional,” ujar Solichin pada acara BRI Cuap-cuap Cuan Berkah.

img_title Benahi Tata Kelola, Perusahaan Fintech Ini Terapkan Sistem Meritokrasi

Dia menjelaskan apabila pelaku usaha menjalankan integritas, maka sekecil apapun usaha tapi bila diawali dengan integritas, ketulusan, professional, maka bisnis masih akan tumbuh dengan baik dan ujungnya adalah adanya kepercayaan dari pelanggan. 

“Jadi dalam skala kecil, kenapa sih kita harus kelola (bisnis) dengan baik? Supaya trust konsumen itu terbangun,” imbuhnya.

img_title Sport Tourism Indonesia Menuju Panggung Dunia, BRI Dukung MotoGP Mandalika 2026

Penerapan prinsip bisnis yang baik sebenarnya mudah dilakukan sejak awal usaha berdiri. Syaratnya, pelaku usaha harus sudah tahu dulu apa sasaran usahanya. Setelah mengetahui tujuan pasar dari bisnisnya, pelaku usaha bisa membuat program untuk mengembangkan perniagaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam memulai usaha, risiko sekecil apapun pasti dihadapi pelaku bisnis. Akan tetapi, hal tersebut jangan sampai menghalangi pelaku bisnis untuk tetap memulai usaha. Solichin menyebut, tata cara pengelolaan risiko yang baik bisa dimiliki pebisnis seiring berjalannya waktu. Karena itu, pelaku usaha disarankan tetap semangat dan konsisten menjalani bisnisnya meski kegagalan dan risiko terus membayangi.

Dengan kegagalan yang diperoleh dari pengalaman, pelaku usaha dapat belajar untuk akhirnya menerapkan sedikit demi sedikit prinsip mitigasi risiko yang baik. Pada akhirnya, akan muncul usaha yang berhasil dan memiliki daya tahan terhadap rintangan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut