Tingkat Kesembuhan Capai 91%, Pemerintah Apresiasi Tenaga Kesehatan

Tenaga kesehatan (nakes) menangani kasus COVID-19.
Tenaga kesehatan (nakes) menangani kasus COVID-19.
Sumber :
  • Dok. Dinkes Kota Semarang

VIVA – Menyusul penurunan angka positivity rate secara nasional, tingkat kesembuhan pasien COVID-19 dalam seminggu terakhir juga tercatat tinggi. Pemerintah mengapresiasi para tenaga kesehatan dan relawan yang berjuang tak kenal lelah dalam merawat para pasien, sehingga mereka sehat kembali.

Dalam satu minggu belakangan ini, tingkat kesembuhan pasien COVID-19 menunjukkan peningkatan. Jika dilihat pada periode 20 Agustus–27 Agustus, rata-rata jumlah pasien COVID-19 yang sembuh berkisar di atas 25.000 pasien sembuh per hari. Tingkat kesembuhan tertinggi tercatat pada tanggal 25 Agustus dengan 35.082 pasien sembuh.

Secara total, per 27 Agustus 2021, angka kumulatif kesembuhan berada di atas 3,6 juta atau tepatnya 3.689.256 orang sembuh. Mengingat jumlah kasus konfirmasi hingga tanggal tersebut adalah 4.056.354 kasus, maka angka kesembuhan COVID-19 di Indonesia per 27 Agustus 2021 mencapai 91%.

“Kita semua harus bersyukur, perkembangan penanganan pandemi COVID-19 secara nasional menunjukkan hasil yang baik. Angka kesembuhan 91% ini cukup tinggi,” ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.

Menteri Johnny menambahkan bahwa keterangan Sekretariat Kabinet RI, bahkan angka kesembuhan kita pada 24 Agustus lalu saja sudah lebih tinggi dari rata-rata dunia. Pada saat itu angka kesembuhan kita adalah 89,97%, sementara rata-rata dunia mencapai 89,5%.

Khusus DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan angka kesembuhan COVID-19 di Ibu Kota mencapai 97,5%, atau lebih tinggi dari nasional. Total jumlah orang yang dinyatakan telah sembuh di DKI Jakarta sebanyak 827.674 orang sembuh (data per 27 Agustus 2021). Tren positif pertambahan jumlah orang sembuh tersebut juga terlihat di provinsi-provinsi lain, terutama Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah.

“Tingginya tingkat kesembuhan pasien ini tak lepas dari perjuangan para pahlawan kita, para tenaga kesehatan juga relawan yang bekerja keras mengabdikan diri dalam merawat pasien COVID-19. Kita tidak bisa mengabaikan, bahwa tugas mereka di lapangan sangat berisiko menyebabkan dirinya dan orang-orang terdekatnya terpapar virus, bahkan hingga kehilangan nyawa,” ujar Bapak Menteri.
 
Tidak sedikit tenaga kesehatan yang berpulang dalam pengabdiannya melakukan penanganan COVID-19. Hingga 3 Agustus 2021, menurut IDI, 640 orang dokter meninggal akibat COVID-19. Tidak hanya para dokter, Indonesia juga kehilangan banyak tenaga kesehatan lain akibat virus ini, misalnya para perawat dan petugas di rumah sakit atau pusat isolasi. Karena itu, pemerintah menomorsatukan para Tenaga Kesehatan dalam mendapatkan vaksin booster guna perlindungan tambahan.