Mobilitas Meningkat, Pemerintah Ingatkan Potensi Lonjakan Kasus COVID

Sentra Vaksinasi Covid-19 ANTV TVOne
Sentra Vaksinasi Covid-19 ANTV TVOne
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA – Pemerintah mengajak masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan di tengah pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Aktivitas masyarakat diharapkan dapat terus berangsur pulih tanpa mengeskalasi risiko peningkatan kasus COVID-19 di tanah air.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan bahwa potensi gelombang baru COVID-19 tidak hanya bisa dipicu oleh kehadiran varian baru, tapi juga karena peningkatan mobilitas masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan.

“Untuk itu, kita perlu sama-sama mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 yang bisa dipicu oleh peningkatan mobilitas masyarakat. Penerapan protokol kesehatan harus selalu diterapkan untuk menghindari risiko lonjakan kasus," ujar Menkominfo, Rabu (22/9/2021).

Menkominfo Johnny memaparkan bahwa berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sejak tanggal 2 Agustus 2021 telah terjadi peningkatan mobilitas masyarakat di Indonesia. Bahkan, saat ini mobilitas masyarakat, khususnya di Jawa dan Bali, telah meningkat secara signifikan.

Data tersebut juga sejalan dengan laporan WHO yang dirilis pada 15 September 2021. Laporan tersebut menyatakan bahwa sepekan terakhir mobilitas masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten, mengalami peningkatan signifikan.

“Peningkatan mobilitas yang saat ini bahkan sudah menyamai kondisi sebelum pandemi, harus menjadi perhatian bersama. Kita semua harus selalu waspada dan tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan, agar peningkatan mobilitas masyarakat bisa terus sejalan dengan upaya penanganan pandemi COVID-19," ungkap Menkominfo.

Oleh karena itu, disamping terus menerapkan PPKM berlevel, pemerintah juga terus memperkuat penerapan aturan perjalanan domestik dan internasional. Hal ini dilakukan beriringan dengan penguatan pengawasan di pintu-pintu masuk internasional ke Indonesia.