Kasus Turun, Pemerintah Tingkatkan Deteksi, Terapeutik, dan Vaksinasi

Forkopimda Jatim meninjau vaksinasi dengan sasaran tunawisma dan pemulung.
Sumber :
  • VIVA/ Nur Faishal.

VIVA – Penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia terus melanjutkan perkembangan positif, hingga pernah Minnggu, 19 September 2021, Indonesia telah bebas dari zona merah. Momentum harus terus dijaga dengan peningkatan upaya deteksi, terapeutik, dan vaksinasi.

5 Syarat Kucing Peliharaanmu Sudah Bisa Divaksin Biar Tetap Sehat

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menjelaskan, upaya deteksi dilakukan pemerintah dengan meningkatkan tes epidemiologi, meningkatkan rasio kontak erat yang dilacak, dan meningkatkan surveilans genomik di daerah-daerah yang berpotensi mengalami lonjakan kasus.

Sementara itu, upaya terapeutik dilakukan dengan mengkonversi tempat tidur rumah sakit untuk penanganan COVID-19, pemenuhan suplai oksigen dan alat kesehatan, dan meningkatkan ketersediaan SDM kesehatan, mengerahkan tenaga kesehatan cadangan, pengetatan syarat masuk RS, dan meningkatkan pemanfaatan isolasi terpusat.

WHO Peringatkan Ancaman Wabah Penyakit yang Serang Anak-anak di 2024

“Begitu juga Vaksinasi dengan penambahan alokasi vaksin pada daerah dengan kasus dan mobilitas tinggi, penambahan tempat sentra vaksinasi.

“Pemberlakuan syarat kartu vaksin untuk pelaku perjalanan dan penggunaan fasilitas publik, dan percepatan vaksinasi pada kelompok rentan, lansia dan orang dengan komorbid," ujar Menkominfo Johnny, Jumat (24/9/2021).

Kasus Demam Berdarah Meningkat, Kapan Vaksin DBD Siap?

Menkominfo Johnny menyebutkan bahwa berbagai upaya tersebut juga selalu berjalan beriringan dengan upaya peningkatan kesadaran masyarakat.

Tak henti-hentinya, lanjut Menkominfo, pemerintah selalu menghimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan di Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), khususnya di pintu masuk Indonesia.

"Kelengahan dan ketidakpedulian sekecil apapun pasti menyebabkan peningkatan kasus dalam beberapa minggu ke depan," katanya.

Menkominfo mengingatkan, posisi Indonesia saat ini masih rentan; masih banyak daerah yang berstatus zona oranye dan tingkat vaksinasi belum cukup tinggi. Di sisi lain, Indonesia juga akan memasuki masa libur Natal dan tahun baru yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Masyarakat harus selalu waspada karena beberapa negara tetangga saat ini juga menghadapi varian baru COVID-19 dan gelombang kasus baru.

"Pemerintah minta masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan dan segera ikut vaksinasi, guna meminimalisasi ancaman gelombang selanjutnya. WHO atau Badan Kesehatan Dunia juga telah mengingatkan hal penurunan kasus tidak serta merta membuat Indonesia keluar dari bahaya penularan COVID-19. Jumlah kasus konfirmasi masih bertambah, jumlah angka kematian juga masih ada," pungkas Menkominfo.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya